Yenny Wahid Sebut Tolak Dengarkan Musik Bukan Indikasi Radikalisme

  • Whatsapp
Putri Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid itu juga angkat bicara soal unggahan video pelajar yang hendak menjalani vaksinasi menutup telinganya saat mendengar musik.
banner 300x250

Havana88- Putri Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid itu juga angkat bicara soal unggahan video pelajar yang hendak menjalani vaksinasi menutup telinganya saat mendengar musik. Menurut Yenny, sikap seperti itu bukan indikasi radikalisme. Apalagi para santri sedang menghafal Al-Qur’an.

“Jadi jika anak-anak ini diprioritaskan oleh guru untuk fokus menghafal Alquran dan diminta untuk tidak mendengarkan musik, itu bukan indikator bahwa mereka radikal,” katanya di akun Instagram pribadinya, Rabu (15/9/2021). ).

Read More

Yenny mengakui, proses menghafal mushaf bukanlah pekerjaan mudah. Menurutnya, butuh ketenangan untuk bisa melakukan itu.

“Teman baik saya, Gus Fatir dari Pondok Pesantren @ponpespi_alkenaniyah, belajar menghafal Al-Qur’an sejak usia 5 tahun. Katanya diperlukan suasana yang tenang dan tenang untuk lebih berkonsentrasi menghafal Al-Qur’an,” tulisnya.

Yenny juga mengajak semua pihak untuk lebih proporsional dalam menyematkan tuduhan radikal terhadap suatu kelompok. Ia mengajak masyarakat untuk saling memahami, bisa dimulai dengan memahami dan menerima bahwa nilai-nilai yang dianut tidak harus sama agar tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia.

“Mari lebih proporsional dalam menilai orang lain. Jangan mudah mencap seseorang radikal, kafir, dll. Menempelkan label pada orang lain hanya akan memecah belah masyarakat,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan akademisi dari Monash University, Australia asal Indonesia, Nadirsyah Hosen atau akrab disapa Gus Nadir. Dalam cuitannya, Gus Nadir mengungkapkan bahwa hukum mendengarkan musik dalam khazanah Islam memang beragam. Ada sebagian ulama yang memang melarangnya, dan itu didasarkan atas dasar yang diakui.

“Tidak usah buru-buru dianggap seperti Taliban. Hukumnya mendengarkan musik ada ustadz yang bilang dilarang, ada juga yang membolehkan. Kita hormati saja. Bagi yang bilang ya, alasannya ada di foto-fotonya: Syekh Yusuf Qaradhawi, Kitab Nailul Awthar dan al-Fiqhul Islami Syekh Wow,” tulisnya.

Unggahan Diaz Hendropriyono

Kritik terhadap video sekelompok mahasiswa yang enggan mendengarkan musik pertama kali mengemuka ketika diunggah oleh putra mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono, yakni Diaz Hendropriyono. Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Diaz mengaku kasihan dengan para siswa yang menutup telinga saat mendengarkan musik. Menurutnya hal itu karena pendidikan yang salah.

“Sementara itu…. Sayang sekali, sejak aku masih muda, aku diberi pendidikan yang salah. Tidak ada salahnya bersenang-senang sedikit!!” tulis Diaz.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250