Wolak Walik Potato Mud Cake Cemilan dari kota Malang

  • Whatsapp
Wolak Walik Potato Mud Cake Cemilan dari kota Malang
banner 300x250

Havana88detik – Kue lumpur buatan Verina ini tidak cukup untuk dimakan. Teksturnya lembut di bagian dalam dengan eksterior yang kering. Enak dikunyah perlahan!
Siapa yang tidak kenal kue lumpur? Salah satu jajanan pasar tradisional yang memiliki tekstur halus lembut seperti lumpur. Ada yang dibuat dari tepung terigu dan ada pula yang dicampur kentang. Rasanya enak dikunyah selagi masih hangat mengepul.

Jika ingin mencicipi kue lembutnya yang creamy, Anda bisa mencoba Wolak Walik Potato Mud Cake. Camilan ini dimasak dua kali dan dibalik di atas panggangan besi agar bagian atas dan bawah kuenya matang merata dan agak kering.

Read More

Penjual kue lumpur Wolak-walik, Verina mengungkapkan kepada detikcom (11/03) bahwa dirinya sudah berjualan di Pasar Oro-Oro Dowo sejak 2016. Namun, bisnis ini sudah dirintisnya sejak tahun 2012 dengan berjualan di CFD (Car Free Day) .

Alasan jual kue lumpur karena hobi membuat kue ternyata kue lumpur banyak diminati dan laku banyak, jelasnya.

Kue lumpur ini dijual dengan harga Rp 5.000 per buah. Kue ini juga memiliki beberapa varian topping yang bisa dipilih pelanggan yaitu kismis, keju, dan kelapa.

Dalam sehari, Verina mampu menjual hingga 550 kue lumpur di hari biasa dan 800 kue lumpur di akhir pekan. Verina mengaku mengonsumsi 18-20 kg kentang per hari dan di akhir pekan bisa mengonsumsi hingga 30 kg.

Lalu apa yang membuat kue lumpur Verina berbeda dari yang lain? Adonan mud cake menggunakan adonan kentang sehingga empuk. Selain itu, proses memasaknya dibalik atau ‘dibalik’.

Pertama adonan kue lumpur dicetak dengan cetakan kue lumpur. Setelah kue matang diangkat dan dipanggang di atas piring besi yang dipanaskan di atas api. Kedua sisinya dipanggang sampai berwarna kecoklatan.

Permukaan kue lumpur wolak-walik berwarna coklat dan kering. Sedangkan kue lumpur lainnya tetap berwarna kuning pucat dan sedikit basah. Saat digigit terasa renyah dan lumer di dalamnya, ditambah aroma harum panggangan. Inilah mengapa kue lumpur ini tidak bisa dimakan hanya sekali. Benar-benar membuat ketagihan!

“Kata orang mud cake kita lebih empuk karena disini kita pakai lebih banyak kentang. Kenapa kita lakukan ini bolak-balik? Masalahnya, mud cake yang sebelumnya ada arang di atasnya, kalau pakai arang ribet, jadi saya berbalik dan akhirnya jadi kue lumpur. Ciri khasnya bisa tahan sampai 2 hari karena wali ternyata sudah dewasa, bisa kirim ke luar kota juga, sering ke Jakarta, ”jelas Verina kepada detikcom.

Bisnis Verina adalah bisnis keluarga dan semua karyawannya adalah anggota keluarganya, mulai dari adik-adik hingga ipar. Selain di Pasar Oro-Oro Dowo, saat ini usaha kue lumpur Verina juga telah dibuka di Pasar Sawojajar, Malang.

Arman, salah satu pelanggan Kue Lumpur Wolak-Walik, mengaku sering membeli kue lumpur di sini.

“Enaak, istri juga suka, biasanya kalau ada acara saya sering pesan di sini,” terangnya.

Saat detikcom mampir ke toko ini pada pukul 10.00 WIB, banyak pelanggan yang mengantri dan sudah ada 64 pesanan yang menunggu.

“Iya harus pesan jika ingin mendapatkannya, biasanya orang yang baru datang ke pasar langsung memesan, lalu tinggalkan belanja dulu,” kata Verina.

Toko mulai buka jam 7 pagi dan menjual kue sampai habis. Biasanya kue lumpur terjual habis pada jam 11 atau 12 siang.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250