Warga Jakarta Barat Mengaku Diperas Kartel Kremasi Terkait Jenazah COVID-19

  • Whatsapp
Beredar pesan berantai yang menyebutkan ada warga Jakarta Barat yang mengaku 'diperas kartel kremasi' terkait jenazah COVID-19. Polisi akan turun tangan menyelidiki siaran yang mengganggu itu.
banner 300x250

Havana88 –   Beredar pesan berantai yang menyebutkan ada warga Jakarta Barat yang mengaku ‘diperas kartel kremasi’ terkait jenazah COVID-19. Polisi akan turun tangan menyelidiki siaran yang mengganggu itu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono mengatakan pihaknya belum menerima laporan terkait kasus tersebut. Meski begitu, polisi tetap akan mengusutnya.

Read More

“Semua yang meresahkan masyarakat akan kami selidiki,” kata Joko saat dikonfirmasi, Senin (19/7/2021).

Joko mengimbau kepada masyarakat agar melapor ke polisi jika mengalami pemerasan. Joko berjanji pihaknya akan mengusut informasi sekecil apapun dari warga.

“Ya, kami membutuhkan informasi yang minim dan lengkap dari masyarakat,” kata Joko.

Beredar di media sosial

Diketahui, pesan berantai ini tersebar di aplikasi WhatsApp hingga Facebook. Warga tersebut mengaku ditawari bantuan untuk mencarikan krematorium bagi ibunya yang meninggal karena COVID-19 oleh petugas dari Layanan Pemakaman. Orang tersebut mengatakan kremasi bisa dilakukan di Karawang, Jawa Barat, dengan tarif Rp. 48,8 juta. Ada juga lokasi lain dengan tarif Rp. 45 juta bahkan Rp. 65 juta.

Warga juga mengatakan, ada kartel kremasi lain yang menawarkan jasa serupa namun berlokasi di Cirebon, Jawa Barat, dengan tarif Rp. 55 juta. Pesan berantai tersebut mencantumkan peristiwa pada 12 Juli 2021.

Warga juga mengeluhkan biaya kremasi hingga puluhan juta rupiah, karena sebelumnya jenazah saudaranya dikremasi dengan biaya kurang dari Rp. 10 juta.

Pencarian Pemerintah Provinsi DKI

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Kehutanan DKI Jakarta telah menelusuri laporan warga tersebut. Alhasil, pihaknya memastikan petugasnya tidak menerima pengiriman jenazah ke luar kota pasca lonjakan kasus COVID-19 di Jakarta.

“Kami telah menelusuri bahwa pada 12 Juli 2021, tidak ada petugas kami yang membawa jenazah ke luar Jakarta. Jenazah di Karawang dibawa oleh keluarga sendiri. Petugas kami hanya menginformasikan bahwa krematorium di Jakarta tidak menerima kremasi COVID -19 jenazah dan Yang bisa menerimanya adalah krematorium di luar Jakarta,” kata Kepala Dinas Pertamanan dan Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, dalam keterangan tertulis, Minggu (18/7).

Suzi menginstruksikan yayasan kremasi untuk melapor ke rumah sakit terkait jadwal kremasi dan biayanya. Hal ini untuk mencegah terjadinya proses tawar menawar di lapangan oleh oknum-oknum yang merugikan masyarakat.

Selain itu, Suzi meminta warga segera melapor jika menemukan oknum yang mengaku petugas dan meminta uang kepada warga.

“Jika orang tersebut memang pegawai kami, Pemprov DKI Jakarta akan segera menindak tegas. Namun jika bukan pegawai, Pemprov DKI Jakarta akan melaporkannya ke polisi untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya.

Tidak Ada Jasa Kremasi Jasad Corona di DKI

Suzi menjelaskan, saat ini ada tiga krematorium swasta di Jakarta yang tidak menerima kremasi jenazah COVID-19. Yaitu Surga Agung, Kekuatan Besar, Cilincing; dan Krematorium Hindu. Sedangkan krematorium swasta yang masih menerima kremasi jenazah COVID-19 berada di luar wilayah Jakarta.

“Melihat tingginya tingkat pelayanan pemakaman di Jakarta saat ini, petugas Palang Hitam tidak melayani pengiriman jenazah ke lokasi kremasi swasta di luar Jakarta. Masyarakat yang ingin mengkremasi anggota keluarganya bisa melakukannya secara mandiri dan memastikan biaya langsung masuk. ke lokasi kremasi pribadi, bukan lokasi kremasi pribadi melalui seseorang,” pungkasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250