Wakil Ketua MPR: PTM Terbatas Harus Segera Dievaluasi secara Menyeluruh

  • Whatsapp
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat meminta Pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang menyebabkan klaster penyebaran COVID-19.
banner 300x250

Havana88- Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat meminta Pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang menyebabkan klaster penyebaran COVID-19.

Dia menilai PTM terbatas harus dipersiapkan secara matang, guna menekan potensi munculnya klaster baru pada saat implementasinya.

Read More

“Evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan terhadap pelaksanaan PTM yang menjadi penyebab klaster COVID-19 ini. Faktor keamanan bagi mahasiswa dan tenaga pengajar harus diutamakan di PTM,” kata Lestari Moerdijat atau Rerie dalam keterangan tertulis, di Jakarta. Jumat.

Ia mengatakan hal itu terkait data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang mencatat hingga 20 September 2021, dari 46.500 sekolah PTM, 2,8 persen atau 1.296 sekolah melaporkan klaster COVID-19.

Rerie menilai evaluasi ribuan klaster baru harus dilakukan secara menyeluruh, sehingga segera diketahui secara pasti permasalahan yang dihadapi sejumlah daerah dalam pelaksanaan PTM selama pandemi.

“Pembelajaran tatap muka memang diharapkan mampu mengurangi ancaman ‘kehilangan belajar’ kepada siswa. Namun, jika kondisi di sejumlah daerah belum siap menyelenggarakan PTM, jangan dipaksakan, karena mengancam. keselamatan siswa dan guru,” katanya.

Dikatakannya, munculnya ribuan klaster PTM yang tersebar di sejumlah daerah disinyalir karena belum meratanya kesiapan penyelenggara pendidikan di sejumlah daerah dalam menyelenggarakan PTM.

Rerie menyayangkan terjadinya ribuan klaster baru penyebaran COVID-19 yang menyebabkan siswa dan guru terpapar COVID-19.

Ia berharap langkah penghentian sementara PTM setelah munculnya klaster baru COVID-19 segera dilaksanakan, dan diikuti dengan upaya pengujian dan penelusuran secara masif untuk mencegah penyebaran virus lebih luas.

“Penyelenggara pendidikan harus menyiapkan sistem yang dapat memastikan siswa dan staf pengajar benar-benar sehat dan tidak terpapar virus, sebelum melaksanakan PTM terbatas. Dan persyaratan telah divaksinasi COVID-19 yang harus dipenuhi oleh siswa dan staf pengajar ,” dia berkata. lagi dikutip dari Antara.

Biasakan diri dengan norma baru

Anggota Komisi X DPR RI itu menilai, di masa pandemi, masyarakat harus segera membiasakan diri dengan norma-norma baru dalam menjalankan berbagai kegiatan melalui pemenuhan sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan pemangku kepentingan.

Menurut dia, kepatuhan seluruh elemen masyarakat terhadap sejumlah aturan yang telah ditetapkan harus terus ditingkatkan, agar tetap dapat menjalankan aktivitas dan hidup berdampingan dengan COVID-19 secara aman dan terkendali. .

“PTM di masa pandemi menjadi tantangan bagi seluruh anak bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan, seperti gotong royong, persatuan, pengorbanan diri dan cinta tanah air, yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa,” ujarnya.

Karena itu, Rerie menilai tanpa komitmen yang kuat dari seluruh lapisan masyarakat dalam mematuhi setiap peraturan yang ditetapkan, pelaksanaan PTM di masa pandemi jauh dari kata berhasil.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250