Trigana Air Mengalami Mesin Rusak di Udara dan Tergelincir di Halim Perdanakusuma

  • Whatsapp
Pesawat kargo Trigana Air PSK YSF dengan rute Halim Perdanakusma - Makassar keluar dari runway
banner 300x250

Havana88detik – Pesawat Trigana Air Boeing 737-500 tergelincir saat mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (20/3) sore.

Executive General Manager Bandara Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama (Pnb) Nandang Sukarna mengatakan, pesawat Jakarta-Makassar mengungkapkan, sebelum mendarat pesawat sudah melakukan prosedur return to base atau kembali ke bandara awal.

Read More

“Memang pesawat sudah kembali ke pangkalan,” kata Nandang saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (20/3).

Hanya sekitar dua menit setelah lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma, pukul 10.55 WIB, pesawat melakukan prosedur kembali ke pangkalan. Nandang menuturkan, saat itu salah satu awak pesawat menginformasikan kepada penjaga menara bandara bahwa ada kerusakan pada mesin.

“Ada kerusakan pada mesin kanan. Jadi ada mesin tunggal nomor 2, terus mati,” jelas Nandang.

Bagian yang berusuk merupakan mesin pesawat yang berfungsi sebagai penggerak karena menghasilkan gaya dorong.

Lebih lanjut Nandang menjelaskan, Trigana Air kemudian melakukan penahanan atau pengosongan bahan bakar. Kemudian, coba mendarat (landing) lagi di Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 11.25 WIB.

“Tapi gagal landing sehingga tergelincir ke kiri runway sehingga menghalangi runway,” terangnya.

Pasalnya, maskapai Trigana Air mengcover jalur penerbangan di bandara tersebut, sejumlah penerbangan baik keberangkatan maupun kedatangan ditunda dan dialihkan ke Bandara Soekarno-Hatta. PT Angkasa Pura II kemudian mengaktifkan sistem bandara.

“(Penumpang) yang dari Halim menuju CGK kami dievakuasi dengan kendaraan darat,” jelasnya.

Nandang sempat menyatakan bandara ditutup hingga pukul 16.00 WIB. Namun status ini diperpanjang karena ada bagian pesawat yang rusak. Hal tersebut mengakibatkan peralatan yang ada di Halim Perdanakusuma tidak mampu untuk mendorong badan pesawat ke depan.

“Ini akan diperpanjang hingga proses evakuasi selesai,” jelas Nandang.

Hingga pukul 16.00 WIB, Nandang mengatakan pihaknya masih menunggu kedatangan peralatan dari luar bandara untuk mendorong badan pesawat yang menutupi jalur penerbangan.

“Karena peralatan masih dikoordinasikan. Ini tidak memungkinkan pesawat terdorong sendiri karena ada bagian yang putus,” jelas Nandang.

Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano mengatakan pesawat tersebut berisi 2 pilot, 1 teknisi, dan 1 FOO. Sedangkan pesawat merupakan jenis kargo.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Yado.

Lebih lanjut, Yado mengatakan akibat kejadian tersebut, 7 penerbangan dialihkan. Menurut dia, dari 7 penerbangan tersebut, 5 di antaranya merupakan penerbangan Batik Air. Sedangkan dua lainnya adalah Citilink.

Sementara itu, Public Relation Manager AirNav Indonesia Yohanes Harry Douglas Sirait menjelaskan lebih detail penerbangan yang terkena dampak tergelincirnya Trigana Air.

Yohanes menuturkan, sebanyak 3 penerbangan dari Halim Perdanakusuma terdampak, yakni pesawat N198RL tujuan Bali, CAMAR 01 tujuan Bandung Husein Sastranegara, dan CITILINK CTV 020 tujuan Siborongborong Sisingamangaraja.

PT Angkasa Pura II juga mengalihkan kedatangan 3 pesawat tersebut ke bandara Soekarno-Hatta. Pesawat tersebut adalah Batik Air BTK 7580 dari Malang Abdul Rachman Saleh, Batik Air BTK 7014 dari Medan Kualanamu, dan Batik Air BTK 7042 dari Palembang Badaruddin.

Sementara itu, satu pesawat tujuan Halim Perdanakusuma dari Bandara Tunggul Wulung Cilacap juga kembali ke pangkalan.

Kembali ke bandara pemberangkatan dari, jelas Yohanes.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250