Terungkap Teka-Teki Kematian Pegawai Kafe di Mojokerto

  • Whatsapp
Terungkap Teka-Teki Kematian Pegawai Kafe di Mojokerto
banner 300x250

Havana88detik – Teka-teki kematian Ananda Putra Wiyanto alias Nanda (18) yang dianggap ganjil kini mendekati titik terang. Karyawan kafe di Mojokerto diduga kuat tewas akibat dipukul hingga tengkoraknya retak.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra mengatakan, pihaknya sudah menerima hasil otopsi jenazah Nanda dari RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo.

Menurut dia, pemuda asal Dusun Soso, Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Mojokerto itu meninggal akibat luka di bagian belakang kepalanya. Luka itu disebabkan oleh benda tumpul.

Read More

“Itu (benda tumpul) menimbulkan retakan di tengkoraknya. Lalu ada juga pembuluh darah ke otak yang pecah sehingga terjadi pendarahan,” kata Rifaldhy kepada wartawan di Mapolda Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Selasa (12/1/2021). .

Berdasarkan hasil otopsi dan pemeriksaan luar tubuh, lanjut Rifaldhy, pelaku hanya memukul kepala bagian belakang Nanda satu kali. Dari luar, lukanya kecil. Namun, parahnya pemukulan tersebut menyebabkan tengkorak petugas administrasi di Kafe Gama, Desa / Kecamatan Pacet tersebut retak.

“Bisa jadi (alat pukul) lebih keras dari kayu. Dari hasil pemeriksaan luar dan hasil otopsi, luka yang terlihat hanya ada di punggung. Mungkin kena sekali,” jelasnya.

Namun, Rifaldhy belum bisa memastikan alat yang digunakan pelaku untuk memukul kepala Nanda. “Sementara ini belum bisa, masih kita telaah dari saksi-saksi. Mudah-mudahan bisa segera diketahui,” ujarnya.

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki siapa yang memukul bagian belakang kepala Nanda. Akibat serangan maut itu, anak pertama dari tiga bersaudara dari Wiwik Nur Astutik (37) dan Agus Heriyanto (41) koma selama 8 hari, lalu meninggal dunia.
“Dari hasil penyidikan di lapangan, pemeriksaan saksi, kami mengetahui rute terakhir perjalanan korban, ada 7 orang yang kami periksa sebagai saksi. Semuanya berteman dengan korban,” ujarnya.

Sebelum meninggal, Nanda berpamitan kepada ibunya, Wiwik, untuk menginap di rumah pemilik Gama Café berinisial GM (26), warga Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Mojokerto pada Sabtu (26/12). sekitar pukul 21.00 WIB. Lulusan sekolah perhotelan dan kapal pesiar di Madiun ini baru bekerja selama tiga hari di bagian administrasi Gama Café.

Nanda pergi dengan mobil bersama GM, serta dua wanita dan seorang pria. Keesokan harinya, Minggu (27/12) sekitar pukul 13.00 WIB, Wiwik mendapat kabar dari GM bahwa Nanda dirawat di RSUD Sidoarjo karena kecelakaan. Saat itu korban sedang koma. Hanya ibu dan saudara GM yang dirawat di rumah sakit.

Bocah berusia 18 tahun itu menjalani operasi sekitar pukul 20.00 WIB karena ada gumpalan darah di otaknya. Setelah itu, Nanda sempat koma selama 8 hari. Korban akhirnya meninggal pada Minggu (3/1) sekitar pukul 10.00 WIB. Jenazahnya dimakamkan di TPU Dusun Soso pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.

Wiwik memutuskan mengajukan pengaduan ke Polres Mojokerto pada Senin (4/1) karena menemukan sejumlah kejanggalan dalam kematian putranya. Polisi kemudian bergerak untuk menyelidiki.

Salah satunya dengan membongkar makam Nanda pada Selasa (5/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Tim dokter forensik dari RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong diberangkatkan untuk mengotopsi jenazah korban.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250