Sriwijaya Air SJ182 Dinyatakan Laik Terbang

  • Whatsapp
Tim DVI Polri membawa kantong jenazah berisi bagian tubuh korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 dilakukan dengan mengerahkan kapal-kapal yang dilengkapi peralatan bawah laut.
banner 300x250

Havana88detik – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dinyatakan dalam kondisi laik terbang sebelum terbang.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, pesawat Boeing 737-500 tersebut memiliki Sertifikat Laik Udara yang diterbitkan Kementerian Perhubungan dengan masa berlaku hingga 17 Desember 2021.

Read More

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melakukan pengawasan rutin sesuai dengan program pengawasan dalam rangka perpanjangan Sertifikat Operasi Pesawat (AOC) Sriwijaya Air pada November 2020. Alhasil, Sriwijaya Air telah memenuhi syarat yang ditetapkan,” jelasnya. Adita dalam keterangannya, Senin (11/1 2021).

Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto menjelaskan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melakukan pengawasan termasuk pemeriksaan seluruh pesawat dari semua maskapai yang diparkir maupun tidak dioperasikan untuk memastikan bahwa pesawat tersebut masuk dalam program penyimpanan dan pemeliharaan.

Berdasarkan data pemeriksaan, pesawat Sriwijaya SJ-182 memasuki hanggar pada 23 Maret 2020 dan baru beroperasi hingga Desember 2020. Kemudian, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan pemeriksaan pada 14 Desember 2020.

Pada 19 Desember 2020, pesawat mulai beroperasi kembali tanpa penumpang (tanpa penerbangan komersial) dan pada 22 Desember 2020, pesawat kembali beroperasi dengan penumpang (penerbangan komersial).

Kementerian Perhubungan sendiri telah menindaklanjuti Airworthiness Directive yang dikeluarkan oleh Federal Aviation Administration (FAA), regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat, dengan mengeluarkan Airworthiness order pada 24 Juli 2020.

“Airworthiness Order mewajibkan operator yang mengoperasikan pesawat Boeing 737-300 / 400/500 dan B737-800 / 900 untuk melakukan pemeriksaan mesin sebelum bisa diterbangkan,” kata Novie.

Pihaknya telah melakukan pengecekan untuk memastikan pemesanan Kelaikan Udara sudah dilakukan di semua pesawat sebelum dioperasikan kembali.

Sebelum terbang kembali, dilakukan pemeriksaan korosi pada mesin tahap 5 akibat korosi pada 2 Desember 2020 yang dilakukan oleh inspektur kelaikan udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Usia pesawat dianggap bukan penyebab utama terjadinya kecelakaan

Serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang dibawa KRI Kurau ditunjukkan di Dermaga JICT 2, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Tim SAR Kopaska TNI AL menyerahkan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang berhasil dievakuasi ke Basarnas, Kepolisian, dan KNKT.

Sebelumnya, pengamat penerbangan Marsekal Chappy Hakim mengatakan usia pesawat tidak ada kaitannya dengan terjadinya kecelakaan, melainkan kondisi pesawat.

“Dalam setiap kecelakaan pesawat, muncul pertanyaan spontan tentang apa yang menyebabkan kecelakaan tersebut,” kata Chappy kepada Liputan6.com, Senin (11/1/2021).

Spekulasi biasanya berkisar pada pesawat yang sudah tua, kemudian cuaca buruk dan tentang kemungkinan kerusakan mesin yang menyebabkan pesawat tersebut jatuh.

Chappy mengatakan usia pesawat tidak ada hubungannya dengan kecelakaan. Pasalnya, kondisi pesawat yang diperbolehkan terbang telah melalui sejumlah prosedur pemeriksaan dalam persiapan.

Jadi, ada pesawat yang tidak tua atau tidak tua, tapi pesawat yang layak terbang atau tidak. Cuaca buruk bisa dihindari, antara lain dalam perencanaan, kita bisa melihat prakiraan cuaca terlebih dahulu, misalnya, ”ujarnya.

Selain itu, pesawat terbang juga dilengkapi dengan radar yang dapat mendeteksi kondisi cuaca, apakah berbahaya atau tidak, sehingga dapat dihindari. Mengenai terjadinya kesalahan teknis, bisa saja terjadi terkait siklus perawatan pesawat atau kondisi tak terduga lainnya.

Mengenai kecelakaan yang menimpa pesawat Sriwijaya Air Flight SJ 182 pada Sabtu 9 Januari 2021 kemarin, Chappy mengatakan, semua orang tidak akan pernah tahu penyebab kecelakaan, hingga KNKT menyelesaikan proses investigasi.

Biasanya KNKT akan segera mengumumkan hasil penyidikan dalam 2 atau 3 tahap, paling tidak Laporan Pendahuluan atau hasil penyidikan awal akan diumumkan ke publik, kata dia.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250