Seorang Pria Memaki Presiden Joko Widodo Terkait Pandemi COVID-19 Viral

  • Whatsapp
Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria yang memaki Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pandemi COVID-19 telah viral di media sosial. Polisi mengatakan pelaku berada di Malaysia.
banner 300x250

Havana88 –    Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria yang memaki Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pandemi COVID-19 telah viral di media sosial. Polisi mengatakan pelaku berada di Malaysia.

Dalam video yang dilihat detikcom, Senin (26/7/2021), pria tersebut memperlihatkan seorang pria yang berbicara dalam bahasa Indonesia bercampur Melayu. Dalam video tersebut, terdapat foto Presiden Jokowi sedang berpose sambil berbincang

Read More

Di bawah foto Jokowi tertulis ‘Wufan Maulana’ dan di video tertulis ‘hati-hati hidup di fase mulkan jabariyan’. Dalam video tersebut, pria tersebut mengatakan bahwa di Aceh tidak ada Corona.

Pria itu kemudian mengatakan bahwa Jokowi telah memasukkan PKI ke Aceh dengan alasan zona merah Corona. Dia juga menyamakan presiden dengan binatang.

“Anda ingin penembak jitu di kepala Anda dan kemudian Anda mundur dan hidup Anda masuk ke dalam kubur,” katanya.

Selain itu, pria tersebut juga menyebutkan bahwa Jokowi telah menyuap TNI-Polri agar jika melawan akan kehilangan posisinya. Ia juga meminta masyarakat untuk membakar tempat pemeriksaan COVID-19 yang katanya buatan PKI.

“Saya mengimbau kepada masyarakat saya yang ada di Aceh. Jika tim medis PKI masuk Aceh untuk memeriksa COVID-19, segera bakar tempat dia membuat tempat untuk memeriksa COVID, bakar tempat itu, bakar secara massal. Bangkitlah saya. orang. Bangkitlah,” katanya.

Kabag Humas Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan polisi sudah mengantongi identitas pelaku. Polisi telah memperoleh data keluarga termasuk mengunjungi kediaman keluarga pelaku.

“Kami mendapat beberapa informasi terkait pelaku ujaran kebencian. Dan saat ini kami sedang menyelidiki kasus tersebut dan kami mengetahui identitas pelakunya,” kata Winardy.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kata Winardy, pelaku diketahui merantau ke Malaysia sejak 2015. Di sana, pelaku dikatakan bekerja serabutan.

“Pelaku tidak pernah kembali ke kampung halamannya sejak merantau,” kata Winardy.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250