Selebaran Kritik Pemerintah Tentang Penanganan Pandemi COVID-19 Yang Membebani Rakyat

  • Whatsapp
Sejumlah selebaran mengkritik pemerintah terpampang di sejumlah ruas jalan di Kudus, Jawa Tengah. Selebaran tersebut berisi kritik terhadap penanganan pandemi COVID-19 yang selama ini membebani masyarakat.
banner 300x250

Havana88 –  Sejumlah selebaran mengkritik pemerintah terpampang di sejumlah ruas jalan di Kudus, Jawa Tengah. Selebaran tersebut berisi kritik terhadap penanganan pandemi COVID-19 yang selama ini membebani masyarakat.

Selebaran itu dipasang di tiang rambu lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Kudus. Mulai dari jalan simpang Pentol, jalan Sunan Kudus, dan jalan Tanjung.

Read More

Selebaran tersebut berisi kritik terhadap pemerintah terkait penanganan virus Corona atau pandemi COVID-19. Tulisan tersebut antara lain ‘Covid-19 itu nyata, bantuan pemerintah terbatas’, ‘Negara rugi pinjaman online’, ‘Ikuti prokes sampai maut menjemput’, ‘Nakes menderita korupsi merajalela’.

Secara terpisah, saat dimintai konfirmasi, Kapolres Kudus, Aditya Surya Dharma, mengatakan akan mencari selebaran yang dipasang di sejumlah titik jalan di Kota Kudus. Polisi akan mencari orang yang memasang selebaran itu.

“Kita akan cari tahu dari CCTV siapa pelakunya, kita akan kirimkan tim untuk mengusut kemudian kita akan temui orangnya, kita tanyakan apa maksud dan tujuannya, apakah itu bagian dari kritik pemerintah atau yang lainnya,” kata Aditya.

Menurut dia, aparat TNI-Polri telah bekerja keras menghadapi pandemi virus Corona. Disebutkan, pihaknya telah memberikan sejumlah bantuan kepada warga terdampak PPKM Darurat.

Kapolres juga membenarkan seruan aksi serentak di Kudus untuk menolak PPKM. Namun dia memastikan tidak ada aksi di Kudus hari ini.

“Benar (saat ditanya tentang ajakan aksi serentak di Kudus). Aksi kemarin di Kudus mendapat undangan dari beberapa kelompok yang juga ada di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kudus,” kata AKBP Aditya Surya Dharma.

Aditya mengatakan, sebelumnya telah mengadakan pertemuan dengan elemen masyarakat. Menurutnya, hampir seluruh elemen masyarakat menolak ajakan aksi serentak pada Sabtu (24/7).

“Setelah kami melakukan penyelidikan, intelijen kami dari Kodim juga, dari unsur masyarakat BEM, ormas, partai dan dari pedagang kaki lima hampir semuanya menolak. Mereka tidak mau mengikuti ajakan itu,” kata Aditya.

Aditya menambahkan, namun jika masih ada warga yang nekat melakukan tindakan, polisi akan segera membubarkannya.

“Kalau (ada) demonstrasi, karena kita PPKM Level 4, massanya tidak lebih dari 3 orang, kalau ada demonstrasi tentu kita bubarkan. Kita beri pengertian bahwa tindakan ini akan menambah kasus baru Corona. atau kasusnya bertambah. Karena kasus Kudus sudah mulai menanjak,” pungkas Aditya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250