Sekda Tanjungbalai Sempat Bikin Acara Perpisahan Ke ASN Sebelum Ditahan KPK

  • Whatsapp
Sekretaris Daerah Tanjungbalai, Yusmada, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan telah ditahan oleh KPK.
banner 300x250

Havana88 –  Sekretaris Daerah Tanjungbalai, Yusmada, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan telah ditahan oleh KPK. Yusmada rupanya sempat melakukan acara perpisahan dengan ASN sebelum berangkat ke Jakarta untuk ditahan KPK.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, Sabtu (28/8/2021), Yusmada mengajukan pensiun dini sebelum KPK mengumumkan kasus terhadap dirinya. Dia kemudian membuat acara dengan ASN.

Read More

“Berdasarkan informasi yang saya terima (pensiun dini). Tapi kapan waktunya nanti saya konfirmasi lagi ke BKD,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tanjungbalai, Walman Riadi Girsang, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (28/8). /8). /2021).

Walman juga mengatakan bahwa Yusmada telah mengadakan acara perpisahan dengan ASN Pemko Tanjungbalai. Perpisahan itu dilakukan pekan lalu.

“Ya, saya dapat informasi itu. Sekitar seminggu yang lalu ada acara seperti itu,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial (MSA) Nonaktif ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus lelang pekerjaan. M Syahrial dikabarkan menerima uang Rp 200 juta dari tersangka Yusmada yang ingin menjadi Sekda.

Kasus ini bermula ketika Syahrial mengeluarkan surat perintah seleksi terbuka untuk jabatan Sekda pada Juni 2019. Yusmada yang saat itu menjabat sebagai Kepala Wilayah Perumahan dan Permukiman Kota Tanjungbalai masuk sebagai salah satu pelamar seleksi.

“Selanjutnya setelah YM mengikuti beberapa tahapan seleksi, pada Juli 2019 di Kantor Wilayah Perumahan dan Permukiman Kota Tanjungbalai,” kata Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi persnya, Jumat (27/8).
Dalam seleksi tersebut, Yusmada diduga bertemu dengan Sajali Lubis yang merupakan teman sekaligus orang kepercayaan M Syahrial. Saat itu, Yusmada diduga menyampaikan niatnya kepada Sajali Lubis untuk memberikan uang Rp. 200 juta untuk disetujui menjadi Sekda di Tanjungbalai. Sajali segera menghubungi M Syahrial yang kemudian menyetujui niat jahat Yusmada.
Yusmada disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf A atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1909 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 UU No. KUHP.

Sedangkan M Syahrial disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP, Pasal 64 ayat 1 KUHP.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250