Satpol PP Pemukul Perempuan Diminta Bupati Gowa Untuk Dihukum Berat

  • Whatsapp
Satpol PP Pemukul Perempuan Diminta Bupati Gowa Untuk Dihukum Berat
banner 300x250

Havana88 – Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Yasin Limpo, meminta petugas yang juga Sekretaris Satpol PP Gowa, Mardhani Hamdan, sebagai tersangka pelaku pemukulan seorang wanita pemilik warung kopi, diberi hukuman seberat-beratnya.

Adnan berpendapat bahwa, tindakan Mardhani terhadap warga saat operasi mikro Pembatasan Gerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak bisa ditoleransi.

Read More

Dengan kejadian ini, Adnan berharap pelaku dihukum seberat-beratnya, Jumat (16/7). Namun, Adnan mengatakan pemkab masih akan menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian. Sebelumnya, Mardhani akan diperiksa oleh tim Inspektorat Kabupaten Gowa.

Ia munturkan bahwa pihaknya akan menyesuaikan aturan dan regulasi yang ada. Pihaknya tidak akan pilih kasih. Sanksinya bisa sangat berat, ringan dan sedang. Jika melihat video, ia pikir sanksinya berat, tapi pertama, proses hukum di Resort Polisi selesai, setelah itu kita lanjutkan penyidikan di Inspektorat.

Adnan kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi petugas yang melakukan tindakan kekerasan dan arogansi terhadap warga selama operasional PPKM mikro.

Ia menuturkan bahwa pihaknya sudah minta petugas dari awal jangan arogan, tetap mengedepankan sisi humanis tapi dengan ketegasan. Jadi bukan berarti ketegasan itu kekerasan. Tapi kalau ada yang melanggar, kita tegas dengan sanksi secara humanis.

Ia menjelaskan, pelaksanaan PPKM mikro tidak menutup semua usaha, namun jam operasional setiap kegiatan masyarakat dan pelaku usaha dibatasi guna menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Gowa.

“Jadi tidak tertutup tapi terbatas. Jadi diharapkan semua pihak bisa ikut serta dalam upaya penanganan Covid-19 ini,” ujarnya.

Kapolres Gowa AKBP Tri Goffarudin Pulungan, dalam keterangannya menuturkan bahwa dalam kasus ini, hingga Kamis (15/7), polisi telah memeriksa tujuh orang saksi terkait pemukulan yang dilakukan Sekretaris Satpol PP Gowa saat operasi PPKM Mikro. Dua personel polisi, dua dari Satpol PP, dari masyarakat umum, dan dua dari korban

Perihal motif pemukulan, Tri menuturkan bahwa anggota Satpol PP Mardhani emosional usai menegur kedua korban saat operasi PPKM di Desa Panciro, Kabupaten Gowa, Rabu (14/7) malam.

Ia menuturkan motifnya adalah emosi. Itu terjadi karena pelaku terpancing emosinya, usai menegur kedua korban.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250