Puja-puji Kinerja Jokowi, Demokrat Kritik Terlalu Banyak yang Meninggal di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
DPP Partai Demokrat mengkritik pujian yang diberikan oleh ketua umum partai politik koalisi atas kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Juru bicara DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, saat ini bukan waktu yang tepat untuk menyanyikan pujian dan puji-pujian atau selebrasi.
banner 300x250

Havana88- DPP Partai Demokrat mengkritik pujian yang diberikan oleh ketua umum partai politik koalisi atas kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Juru bicara DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, saat ini bukan waktu yang tepat untuk menyanyikan pujian dan puji-pujian atau selebrasi.

“Bukankah kita harus menahan diri, dan terus introspeksi? Apakah empati sudah menjadi barang langka di negeri ini? Ketika 130 ribu anak bangsa ini kehilangan nyawa karena pandemi, apakah pemerintah harus diklaim telah berprestasi dan karenanya layak apresiasi?” kata Herzaky dalam keterangannya, Minggu (29/8/2021).

Read More

Herzaky mempertanyakan di mana hati nurani, pejabat dan tokoh masyarakat yang menyebarkan pujian saat situasi masih belum terkendali. Demokrat meminta pemerintah terus mawas diri dan menahan diri.

“Jangan disibukkan dengan pujian atau perayaan terlalu dini. Tolong berempati dengan 130 ribu keluarga anak bangsa yang kehilangan kerabat karena pandemi. Ingat, tidak ada yang lebih berharga dari nyawa manusia, sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Pihak Agus Harimurti Yudhoyono selalu mengingatkan,” jelasnya.

Herzaky mengingatkan, masih terlalu dini untuk merayakannya. Harus melakukan evaluasi.

“Dan tentunya mempersiapkan mitigasi. Sehingga ada antisipasi jika akan ada serangan dari virus varian baru penyebab pandemi ini. Jangan mengulangi kesalahan yang sama, seperti di awal pandemi, atau saat varian delta menginvasi Tanah Air pada Juni-Juli lalu,” ujarnya.

Menyerukan Fokus Kebijakan yang Efektif

Demokrat menilai pemerintah lamban dan kekacauan selama pandemi terjadi di mana-mana.

“Oksigen sulit didapat di mana-mana, sehingga banyak penderita Covid-19 yang kehilangan nyawa karena tidak mendapat oksigen, orang-orang tergeletak di tempat parkir menunggu giliran dirawat di rumah sakit, serta banyak tenaga kesehatan yang berada di rumah sakit. lelah lalu mati karena tidak pernah merawat pasien. Berhenti,” jelasnya

Pemerintah, lanjut Herzaky, harus fokus untuk terus memikirkan dan mengambil kebijakan yang benar-benar efektif, tidak hanya menyelesaikan apa yang ada di depan mata, tetapi meninggalkan masalah di masa depan.

“Rasio jumlah pasien positif Covid-19, rasio jumlah kematian, serta jumlah orang yang divaksinasi, masih sangat jauh dari standar WHO, atau negara tetangga. Masih terlalu dini untuk berpuas diri. ,” pungkas Herzaky.

Pujian dari Ketua Umum Partai Politik

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi berjalan efektif. Prabowo yang masuk kabinet sebagai Menteri Pertahanan mengaku menjadi saksi kebijakan Jokowi yang mendahulukan rakyat.

Hal itu disampaikan Prabowo saat ditemui Ketua Umum Partai Politik Koalisi di Istana Negara, Jakarta, Rabu 25 Agustus 2021. Video itu diunggah di Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (28/8/2021).

“Kepemimpinan Pak Jokowi efektif Pak. Saya mengakui itu dan saya menghormati Anda. Saya lihat, saya saksi, saya di kabinet. Kepemimpinan Anda, keputusan Anda cocok untuk rakyat,” kata Prabowo.

Menurutnya, para menteri di Kabinet Indonesia Maju bekerja sesuai arahan Jokowi dan bersatu padu. Prabowo juga meminta Jokowi untuk tidak memperhatikan suara-suara yang bisa memperburuk kondisi Covid-19 di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku telah mendorong Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam menangani pandemi Covid-19. Megawati mengatakan, pandemi ini tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga negara lain.

Menurut dia, saat ini belum bisa dipastikan apakah kecepatan vaksinasi Covid-19 merupakan bagian dari pengobatan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan virus corona. Apalagi saat ini sudah ada varian delta Covid-19 yang masuk ke Indonesia.

Namun, kata Megawati, yang terpenting saat ini adalah kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Selain itu, ia menilai masyarakat harus diberikan pemahaman bahwa vaksin hanya berfungsi untuk meningkatkan kekebalan.

“Vaksin ini bukan obat, tapi membuat imunitas kita tinggi. Kenapa ada yang pernah divaksin bertanya kenapa kena lagi, karena lupa hati-hati dan yang sekarang sangat populer adalah prokes. Betul sekali, Ayah,” dia berkata.

“Kami benar. Makanya saya bilang dukung, jalan kami benar,” lanjut Megawati.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250