Proyek BUMN RI Dengan Afghanistan Yang Kini Dikuasai Taliban

  • Whatsapp
Pemerintah Afghanistan kini telah jatuh, setelah pasukan Taliban menguasai negara itu. Orang-orang yang ketakutan, berbondong-bondong ingin meninggalkan negaranya. Akibatnya, bandara penuh sesak dengan orang, menyebabkan korban jiwa.
banner 300x250

Havana88 –    Pemerintah Afghanistan kini telah jatuh, setelah pasukan Taliban menguasai negara itu. Orang-orang yang ketakutan, berbondong-bondong ingin meninggalkan negaranya. Akibatnya, bandara penuh sesak dengan orang, menyebabkan korban jiwa.

Indonesia yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan Afghanistan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia melalui Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Abdul Kadir Jailani dikabarkan telah berbicara dengan pimpinan Taliban untuk perdamaian. dengan Afganistan.

Selain itu, kedekatan Indonesia dengan Afghanistan juga tercermin dari kerjasama yang telah terjalin selama puluhan tahun. Sejumlah BUMN dalam negeri juga memiliki proyek dengan Afghanistan.

Pertama, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berdasarkan rilis yang diterbitkan pada tahun 2018, WIKA dan Perusahaan Konstruksi Afghanistan Haji Khalil Construction Ltd menandatangani Nota Kesepahaman untuk melakukan kerja sama dalam pembangunan proyek infrastruktur di Afghanistan.

Penandatanganan dilakukan oleh General Manager Kementerian Luar Negeri WIKA Yulianto dengan Direktur Utama Haji Khalil Construction Ltd. Khalil Samar Gul.

Selain itu, disaksikan pula oleh Direktur WIKA Destiawan Soewardjono, Dubes RI untuk Afghanistan Arief Rachman MD, dan juga Dirjen I Bidang Politik Kementerian Luar Negeri Republik Islam Afghanistan Musa Arefi.

“Ke depan, Perseroan akan mulai mengkaji berbagai proyek potensial, terutama di sektor infrastruktur dan perumahan yang pembangunannya menggunakan dana dari pemerintah Afghanistan,” kata WIKA dalam keterangan yang dipublikasikan Selasa (13/3/2018). .

Kedua, terbaru pada tahun 2021, PT Bio Farma (Persero) melalui anak usahanya PT Indofarma Tbk (INAF) mengirimkan produknya untuk memenuhi kebutuhan pasar di Afghanistan.

Melansir keterangan resmi perseroan, Minggu (13/6/2021) ekspor produk dilakukan di pabrik Indofarma dengan melepas 4 unit peti kemas ke pelabuhan Karawang.

“Dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini Indofarma sendiri telah menjalin kerjasama dengan Hikmat Hanafi Ltd, sebuah perusahaan distribusi farmasi yang telah lebih dari 20 tahun berada di Afghanistan,” demikian pernyataan manajemen perusahaan.

Beberapa list produk Pareto yang akan dikirim antara lain

– Botol Sirup OBH Plus 100 ml, jumlah 650.012 botol
– Indomag Susp botol 150 ml, jumlah 48.850 botol
– Floxinaf tab 400 mg, jumlah 9.300 kotak

banner 300x250

Related posts

banner 300x250