Presiden Tunisia Memecat Perdana Menteri Hicham Mechichi

  • Whatsapp
Presiden Tunisia Kais Saied pada Minggu (25/07) mengambil alih kekuasaan eksekutif setelah memecat Perdana Menteri Hicham Mechichi.
banner 300x250

Havana88 –    Presiden Tunisia Kais Saied pada Minggu (25/07) mengambil alih kekuasaan eksekutif setelah memecat Perdana Menteri Hicham Mechichi. Eskalasi politik terjadi setelah ribuan warga Tunisia turun ke jalan memprotes penanganan pandemi COVID-19. Demonstrasi kemudian berakhir dengan kekacauan.

Setelah mengumumkan pemecatan Perdana Menteri Hicham Mechichi, Saied mengatakan dia mengambil alih kekuasaan eksekutif “dengan bantuan” perdana menteri baru yang ditunjuk olehnya.

Presiden Saied juga mengumumkan pembekuan parlemen Tunisia selama 30 hari dan menangguhkan kekebalan semua deputi. Dia mengklaim langkahnya diizinkan dalam kasus-kasus “bahaya yang akan segera terjadi” di bawah Pasal 80 konstitusi Tunisia.

“Konstitusi tidak mengizinkan pembubaran parlemen, tetapi mengizinkan pekerjaannya ditangguhkan,” kata Saied.

Reaksi rakyat Tunisia

Ratusan warga Tunisia membanjiri jalan-jalan ibukota merayakan keputusan Presiden Saied. Media lokal melaporkan sejumlah kendaraan militer mengepung gedung parlemen saat massa bersorak.Meskipun Saied bersikeras bahwa langkahnya konstitusional, Ketua Parlemen Rached Ghannouchi menuduh presiden melancarkan “kudeta melawan revolusi dan konstitusi.” Dalam sebuah video yang diposting oleh partainya, Ennahda, Ghannouchi meminta warga Tunisia untuk turun ke jalan menentang kudeta.

Apa yang diinginkan pengunjuk rasa?

Sebelumnya, ribuan demonstran di Tunisia menentang pembatasan COVID-19 dan memprotes kebijakan yang diambil oleh partai yang berkuasa dan Perdana Menteri Hicham Mechichi. Kerumunan berteriak, “Keluar!” dan menyerukan pembubaran parlemen.

Polisi menangkap beberapa pengunjuk rasa dan menembakkan gas air mata ketika massa melemparkan batu, menurut kantor berita AFP.

Para pengunjuk rasa menyerbu kantor Partai Ennahda yang bersekutu dengan Mechichi. “Banyak orang tertipu dengan kemunafikan, pengkhianatan, dan perampasan hak-hak rakyat,” kata Saied usai kerusuhan.

“Saya memperingatkan siapa pun yang berpikir untuk menggunakan senjata … dan siapa pun yang menembakkan peluru, angkatan bersenjata akan merespons dengan peluru,” tambahnya.

Situasi politik Tunisia

Tunisia rentan terhadap gejolak politik, satu dekade setelah revolusi 2011 yang menggulingkan diktator Zine El Abidine Ben Ali. Politisi tidak mampu membentuk pemerintahan yang langgeng. Pemerintah Mechichi adalah kabinet ketiga yang berkuasa dalam waktu kurang dari setahun.

Selama lebih dari setahun, Saied terjerat dalam pertengkaran politik dengan Mechichi dan Ghannouchi ketika negara Afrika Utara itu menghadapi krisis ekonomi dan berjuang untuk meningkatkan respons yang efektif terhadap pandemi virus corona.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250