Polisi Pastikan Red Notice Harun Masiku Berlaku 5 Tahun

  • Whatsapp
Polisi masih mengejar buronan kasus suap pengganti sementara (PAW) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Harun Masiku, melalui berbagai cara, termasuk penerbitan red notice. Status ini dijamin akan bertahan selama lima tahun ke depan.
banner 300x250

Havana88- Polisi masih mengejar buronan kasus suap pengganti sementara (PAW) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Harun Masiku, melalui berbagai cara, termasuk penerbitan red notice. Status ini dijamin akan bertahan selama lima tahun ke depan.

“Ya red noticenya masih aktif, red notice itu terbit setiap lima tahun sekali, dalam lima tahun nanti Interpol akan menanyakan apakah masih diperlukan atau tidak. Artinya tergantung analisa kita nanti,” kata Kapolri. Inspektur Jenderal Divisi Hubinter Johny Asadoma di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa. (28/9/2021).

Read More

Menurut Johny, sejauh ini keberadaan Harun Masiku belum terdeteksi meski telah dikeluarkan red notice dan didistribusikan ke 194 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Setiap negara yang menerima red notice memang memiliki kewajiban untuk mencarinya, dan jika menemukannya, berkoordinasi dengan negara peminta, maka akan mengirimkannya kembali ke negara peminta. Sekarang prosesnya masih berjalan,” terangnya. Johny.

KPK Klaim Tahu Lokasi Harun Masiku

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah mengetahui keberadaan buronan Harun Masiku. Posisinya di luar negeri membuat petugas kesulitan melakukan penangkapan.

“Hanya saja tempatnya bukan domestik. Kami juga bingung. Kami bingung. Sudah berapa tahun pandemi ini. Saya sangat ingin menangkapnya,” kata Deputi Penindakan KPK Karyoto saat konferensi pers, Selasa, Agustus 24, 2021.

Karyoto mengatakan bahwa Ketua KPK Firli Bahuri telah memerintahkannya untuk melakukan penangkapan. Namun, diakui bahwa peluang untuk operasi semacam itu belum ada.

“Memang kemarin kita benar-benar masuk. Sebelum Harun Al Rasyid berteriak, saya tahu tempatnya. Saya tahu tempatnya hampir sama, informasi yang disampaikan oleh rekan kami Harun dan kami memiliki informasi yang sama,” jelasnya.

Karyoto menegaskan KPK masih berupaya memburu Harun Masiku. Sementara itu, selama ini pandemi Covid-19 menjadi salah satu kendala dalam eksekusi penangkapan DPO tersebut.

“Selama yang bersangkutan ada dan A1 bisa dikonfirmasi, saya siap berangkat, kalau bisa sampai ke tempat itu ya. Tidak etis dan tidak boleh kita buka di sini. Kalau dia tahu kita cari kemana. , nanti dia pindah lagi, kita bingung lagi, tegas Karyoto.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250