Polisi Gerebek Rumah Produksi 2,1 Juta Butir Obat Keras Ilegal Di Sumedang

  • Whatsapp
Direktorat Narkoba Polda Jabar berhasil mengungkap rumah produksi ilegal obat keras tipe G di Desa Sukamulya, RT/RW 09/03, Desa Paseh Kidul, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Minggu (22/8/ 2021).
banner 300x250

Havana88 –  Direktorat Narkoba Polda Jabar berhasil mengungkap rumah produksi ilegal obat keras tipe G di Desa Sukamulya, RT/RW 09/03, Desa Paseh Kidul, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Minggu (22/8/ 2021).
Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 2,1 juta butir obat berlogo LL siap edar dan sejumlah barang bukti lainnya.

Dari pantauan detikcom di lokasi, rumah yang berhasil diungkap petugas berada di pinggir Jalan Raya Siliwangi, Kecamatan Paseh. Dari rumah permanen tersebut dipantau sejumlah bahan baku obat dan alat produksi seperti mesin cetak obat, mesin oven dan peralatan lainnya.

Read More

Direktur Narkoba Polda Jabar Kombes Rudy Ahmad Sudrajat mengatakan, pengungkapan kali ini merupakan pengembangan dari tiga pengungkapan sebelumnya di tiga TKP berbeda, salah satunya di Kota Cimahi. Pengungkapan ini merupakan pengungkapan terbesar untuk Kabupaten Sumedang.

“Jadi ini masih jaringan dan pengungkapan keempat pada 2021, obat keras ilegal berlogo LL, bahan bakunya trihexyphenidyl sebagai bahan baku, jadi obat golongan G harus ada izin dari BPOM,” kata Rudy kepada detikcom di lokasi. , Minggu (22/8/2021).

Dari pengungkapan ini, kata Rudy, petugas berhasil menangkap tiga pelaku, di antaranya LSL alias A (38) sebagai pemilik rumah serta pemodal sementara OT dan EN sebagai pembuat obat. MSM sendiri adalah menantu dari PL dan OT belajar bergaul dari EN.

“Pelaku EN adalah mantan pegawai yang sebelumnya kami ungkap di Kota Cimahi,” kata Rudy.

Rudy mengatakan, pelaku yang beroperasi sejak Februari 2021, dalam sehari mampu menghasilkan 1,5 obat coli atau 150 ribu pil.

“Sejak beroperasi, pelaku berhasil memproduksi 240 koli narkoba atau setara dengan 24 juta butir pil,” jelas Rudy.

Narkoba berlogo LL tersebut dipasarkan pelaku ke berbagai daerah sesuai pesanan. Sedangkan jika berupa barang haram yang berhasil diproduksi mulai Februari 2021 sampai ditangkap, nilainya Rp. 2,4 miliar.

“Jadi penjualannya sesuai pesanan, tapi yang sudah dipasarkan ke wilayah Surabaya Jawa Timur, permintaannya selalu ada dalam sebulan, ada dua kali tiga dan seterusnya,” jelas Rudy.

Dari pengungkapan kasus ini, selain pelaku, petugas berhasil mengamankan 2 juta 150 ribu butir pil siap edar.

Bahan baku yang diamankan antara lain tepung tapioka 14 karung, bahan aktif plastik 2 Trihexyphenidyl, Laktosa 5 karung, Magnesium 4 karung, campil medium 4 karung, pupuk rhizagold 10 karung, gelita 2 karung, mikrokristalin 4 karung. selulosa, 4 karung pati natrium. gelikolat dan 2 karung magnesium stearat.

Sedangkan alat produksi yang diamankan antara lain 2 mesin cetak tablet, 1 mesin oven, 20 kantong berisi botol plastik kosong, 6 saringan, 5 ember jolang, 2 kompor gas, 2 timbangan digital, dan 3 mesin press plastik.

Rudy menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini. Pasalnya, kasus ini merupakan rangkaian pengungkapan kasus-kasus sebelumnya.

“Kasus ini akan terus kami kembangkan, karena ini merupakan jaringan dari tiga pengungkapan sebelumnya,” pungkasnya

banner 300x250

Related posts

banner 300x250