Polisi Akan Mengambil Langkah Tegas Menangkap Pelaku Perebut Jenazah COVID-19 Di Bondowoso

  • Whatsapp
Warga Bondowoso secara paksa menyita jenazah pasien COVID-19 untuk dimakamkan. Polisi juga berjanji akan mengambil langkah tegas, meski dilakukan secara manusiawi.
banner 300x250

Havana88 –  Warga Bondowoso secara paksa menyita jenazah pasien COVID-19 untuk dimakamkan. Polisi juga berjanji akan mengambil langkah tegas, meski dilakukan secara manusiawi.

Tindakan tegas terhadap warga yang mengambil paksa jenazah harus dilakukan. Karena sesuai regulasi yang ada, baik undang-undang maupun regulasi lain terkait pandemi sudah diatur.

Read More

“Kami tetap tegas menegakkan aturan. Karena ini untuk masyarakat luas,” jelas Kapolres Bondowoso, AKBP Herman Priyanto, kepada wartawan, Sabtu (17/7/2021).

Meski, lanjut Kapolres, nantinya tindakan tegas akan dilakukan secara humanis. Misalnya dengan terus melibatkan tokoh agama dan masyarakat sekitar.

“Intinya, kami akan terus menindak sesuai aturan. Karena kejadian seperti ini akan menjadi preseden buruk jika dibiarkan,” kata mantan Kapolres Surabaya Shabara itu.

Polisi juga sudah mulai mengumpulkan data, serta akar permasalahannya. Dari data tersebut akan diketahui peran masing-masing orang dalam kejadian tersebut. Kemudian disaring bobot dan perannya masing-masing.

“Dalam beberapa hari ke depan, kami akan terus bertindak tegas. Meski tidak hari ini. Karena suasana di bawah (tampilan) masih belum memungkinkan. Karena suasana masih sedih,” tambah Herman Priyanto.

Sebelumnya, puluhan warga Bondowoso melakukan penyitaan paksa terhadap jenazah pasien COVID-19. Mereka kemudian membuka peti, dimandikan, berdoa, lalu dikubur dengan cara biasa. Padahal, jenazah tersebut memang pasien COVID-19.

Tidak hanya itu. Warga kemudian mengevakuasi jenazah yang memang dinyatakan positif COVID-19. Kemudian mandi, sholat, dan mengubur diri, tanpa proses. Bahkan, mereka juga langsung membakar peti mati tersebut.

Peristiwa itu terjadi di Desa Kemirian, Tamanan, Bondowoso, Jumat (16/7/2021), sekitar pukul 23.00 WIB. Pasien yang meninggal adalah P. Anis (45), warga setempat.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250