Polda Aceh menetapkan dua owner Yalsa Boutique sebagai tersangka dugaan investasi bodong

  • Whatsapp
Polda Aceh menetapkan dua owner Yalsa Boutique sebagai tersangka dugaan investasi bodong
banner 300x250

Havana88detikPolda Aceh menetapkan dua pemilik Butik Yalsa berinisial S (30) dan SHA (31) sebagai tersangka dugaan penipuan investasi. Pasangan suami istri tersebut diduga menghimpun dana investasi hingga Rp. 164 miliar dari 17.800 anggota.
“Kami sudah menahan keduanya karena sudah ada lebih dari dua barang bukti dan saksi atas dugaan tindak pidana perbankan yang dilakukan oleh kedua tersangka,” kata Kasubdit 2 Perbankan Direktorat Reserse Kriminal dan Reserse Kriminal Daerah Aceh. Polisi AKBP Erwan kepada wartawan, Senin (22/3/2021).

Penahanan dua pemilik Butik Yalsa itu sudah dilakukan penyidik Polda Aceh sejak Jumat (19/3). Menurut Erwan, penyidik menetapkan keduanya sebagai tersangka setelah meminta keterangan saksi ahli dari OJK dan perbankan.

Read More

Dalam kasus ini, penyidik menyita sejumlah barang bukti hasil penyidikan, antara lain berupa uang tunai Rp 46 juta, dokumen emas, dan jam tangan. Uang dan emas itu diduga hasil investasi curang kedua tersangka.

“Polda Aceh masih terus melakukan penelusuran aset untuk kasus TPPU-nya,” kata Erwan.

Erwan menjelaskan, Butik Yalsa mulai menghimpun dana masyarakat sejak Desember 2019 hingga Februari 2021. Mereka tidak memiliki izin dari OJK.

“Yalsa Botique merupakan investasi yang diduga menipu dan menghimpun dana dari masyarakat berupa tabungan atau investasi hingga Rp 164 miliar dari 202 reseller dan sekitar 17.800 anggota,” ujarnya.

Sebelumnya, Polda Aceh tengah mengusut dugaan investasi bodong di bisnis busana muslim oleh Butik Yalsa. Dalam bisnis ini, reseller direkrut oleh pemilik dan ditugaskan untuk merekrut anggota baru. Winardy menjelaskan, Butik Yalsa memiliki reseller dan member yang tersebar di Aceh, Medan, dan Riau.

“Bahwa kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Aceh dengan LP model A pada 11 Februari 2021. Dalam kasus ini, Yalsa Boutique menghimpun dana dari masyarakat tanpa izin dari OJK,” ujar Kabag Humas Polda Aceh. , Kombes Winardy kepada wartawan, Selasa (23/2).

banner 300x250

Related posts

banner 300x250