Pesan Indro untuk Warkopi: Anak-anakku, Jauhi Nama Warkop DKI

  • Whatsapp
Mewakili Institut Warkop DKI, putra mendiang Dono, Satrio Sarwo Trengginas, menyampaikan pernyataan sikap kepada kelompok Warkop yang fokus pada lima poin penting.
banner 300x250

Havana88- Mewakili Institut Warkop DKI, putra mendiang Dono, Satrio Sarwo Trengginas, menyampaikan pernyataan sikap kepada kelompok Warkop yang fokus pada lima poin penting.

Dalam jumpa pers virtual yang digelar Rabu (6/10/2021), terungkap salah satu poin yang meminta Warkopi mengubah namanya selambat-lambatnya 7 hari kalender sejak pernyataan dibuat, yakni 6 Oktober 2021. .
Drs. H. Indrodjojo Kusumonegoro, MM alias Indro Warkop kemudian menyampaikan pesan penting kepada personel Warkopi, yakni Alfin Dwi Krisnandi, Sepriadi Chaniago, dan Dimas Kusnandi.

Jadikan Warcopy Anakku…

“Untuk Warkop anak saya yang juga mengatur, jauhi yang namanya Warkop DKI. Jika konten bukan tanggung jawab saya, itupun akan menghadapi PH lagi. Konten dalam arti film semua jenis Anda berurusan dengan PH, “katanya.
“Kalau PH tidak terima, mungkin bisa somasi atau gugat juga. Tapi (saran) kita jauhi nama, mereknya,” kata bintang film Can Go Up Can Go Down and Forget the Rules of the Rules of permainan.

Dalam sejarah

Tak kalah pentingnya, seorang seniman akan menjadi legenda ketika menjadi dirinya sendiri, bebas dari bayang-bayang seniman lain. Indro kemudian mencontohkan Urip Arphan yang di awal karirnya dicap mirip dengan legenda Betawi Benjamin Sueb.
“Dalam sejarah juga tidak pernah ada peniru yang sukses. Pada akhirnya mereka sukses seperti diri mereka sendiri. Dan bahkan lebih dikenal. Saya akan memberikan contoh, almarhum Benyamin Sueb dan almarhum Urip Arphan,” jelas Indro Warkop.

Benjamin Sueb, Urip Arphan

“Urip Arphan dikatakan mirip Benyamin, tetapi dia berjuang untuk menjadi dirinya sendiri. Beda, dan akhirnya Urip Arphan dikenal sebagai Urip Arphan. Tidak lagi sebagai tampilan Benjamin. Ini contohnya,” komentar Indro Warkop.
Urip Arphan akhirnya lolos dari bayang-bayang Benjamin Sueb, membintangi puluhan film, mendirikan sanggar seni UPH, dan mendapat penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta pada 1998.

Artis yang tak tergantikan

“Saya selalu mengatakan bahwa artis tidak tergantikan, meskipun Anda mengatakan tidak ingin menggantikannya, tetapi begini caranya: Hidup di bawah bayang-bayang seseorang, lalu seolah-olah Anda merasa seseorang tidak akan mencapai (hasil) seperti yang Anda pikirkan,” dia menjelaskan.
Diam-diam, komedian kelahiran Purbalingga, 8 Mei 1958 itu mengamati bakat personel Warkopi.
“Jadi saya tetap mendorong kalian untuk bekerja, bekerja. Apalagi saya lihat kalian bercanda, itu modal yang sebenarnya,” pungkasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250