Perjuangan Ayah Tantri Kotak Melawan Covid-19, Sempat Cabut Selang Infus karena Tidak Mau Terpisah dari Istri

  • Whatsapp
Tantri Kotak menceritakan kisah orang tuanya, Dally Syanabar dan Supriyati, ketika mereka berjuang melawan Covid-19. Awalnya, orang tuanya diperbolehkan melakukan isolasi mandiri karena kondisinya cukup stabil.
banner 300x250

Havana88- Tantri Kotak menceritakan kisah orang tuanya, Dally Syanabar dan Supriyati, ketika mereka berjuang melawan Covid-19. Awalnya, orang tuanya diperbolehkan melakukan isolasi mandiri karena kondisinya cukup stabil.

Seiring berjalannya waktu, kondisi mertua Arda Naff semakin menurun. Sang ayah dilarikan ke rumah sakit, sementara sang ibu tetap menjalani isolasi mandiri.

Read More

Sesampai di RS ternyata benar gula darah papa 60 yang termasuk kategori rendah, dan bisa menyebabkan hipoglikemia, langsung infus gula naik 70, sedikit! Lalu tunggu 2 jam lagi saat diperiksa, turun lagi ke 50,” tulis vokalis Kotak, Jumat (30/7/2021).

Ayah Mengambil Infus

Namun, ayah Tantri Kotak sedih karena harus berpisah dengan istri isomannya. Ibu dua anak ini mencoba memberi pengertian.

“Papa harus sendiri padahal PP tidak pernah lepas dari Ibu dan aku takut dia akan terpengaruh secara psikologis. Setelah aku berbicara pelan-pelan dengan Papa, Papa marah!!! Dia mengambil semua infus, dia ingin bersama Mama ,” dia berkata.

ibu demam

Pada malam takbir Idul Fitri, Tantri Kotak mengatakan bahwa ibunya demam tinggi. Akhirnya, dia dirawat di rumah sakit.

“Allahu akbar, tidak ada jam, Allah akan memberikan jawaban. Panik mereka sakit, mereka tenang bersama. Tapi jauh lebih lega, karena mereka tinggal bersama dan dirawat oleh dokter dan perawat 24 jam. Kebetulan ada 1 kamar di rumah sakit yang hanya berisi 2 ,” katanya.

“Jadi mereka ditempatkan di ruangan yang sama tanpa gangguan dari pasien lain yang mungkin bisa membuat psikisnya drop,” sambung pelantun ‘Slowly’ itu.

Diizinkan Pulang dari RS

Setelah melalui berbagai kondisi baik dan buruk, Tantri Kotak menyerah kepada Tuhan. Doa Tantri akhirnya terkabul. Orang tuanya sudah diperbolehkan pulang pada 29 Juli 2021.

“Alhamdulillah..mm kondisinya sudah jauh lebih baik, PP masih sangat lemah, wajar saja karena dia hanya mengkonsumsi susu, tapi hasil klinis thorax, saturasi, dan tes darah lainnya baik. Jadi isoman bisa dilanjutkan di rumah karena mereka masih positif,” pungkasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250