Penyidik Bareskrim Polri Menggeledah Kantor BPJS Kesehatan

  • Whatsapp
Penyidik Bareskrim Polri menggeledah Kantor BPJS Kesehatan
banner 300x250

Havana88Penyidik Bareskrim Polri menggeledah Kantor BPJS Kesehatan di Jakarta Pusat, pada 8 Juni 2021. Pemeriksaan kantor BPJS dilakukan terkait kasus kebocoran data peserta BPJS Kesehatan yang sempat beredar melalui sejumlah media sosial Twitter. akun.

Penggeledahan dilakukan pada 8, 9, dan 10 Juni 2021 di kantor BPJS Kesehatan di server BPJS Kesehatan Jakarta Pusat, kata Kepala Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam keterangannya, Jumat (25/6). /6).

Read More

Kemudian, pada 10 Juni 2021, tim Forensik yang bernama Ramadhan melihat langsung database BPJS Kesehatan.

“Pada 10 Juni 2021, Tim Bareskrim Cyber Forensik sudah melihat langsung database BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga terkait dengan kasus yang saat ini sedang ditangani penyidik.

“Sudah dilakukan penyitaan dan saat ini kami masih melakukan analisa forensik dan pemeriksaan terhadap 2 laptop yang digunakan,” ujarnya.

Ramadhan menjelaskan, tidak hanya melakukan penggeledahan di Kantor BPJS Kesehatan di Jakarta Pusat. Pihaknya juga mengirimkan surat yang meminta dikeluarkannya surat perintah penggeledahan khusus ke PN Surabaya.

“Permohonan penerbitan surat perintah penggeledahan khusus telah dikirim ke Pengadilan Negeri Surabaya terkait lokasi server DRC BPJS Kesehatan di Kantor PT SIGMA di Surabaya,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan investigasi online terkait dengan alamat dompet digital coin/crypto currency.

“Telah dilakukan investigasi online terhadap hal-hal terkait alamat dompet koin digital/crypto currency yang diduga milik pelaku (telah ditemukan profil tersangka pelaku dari Raid Forum),” ujarnya.

Untuk kasus ini sendiri, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi sebanyak 14 orang.

“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 14 (empat belas) saksi (1 saksi melapor ke Polri, 5 BPJS: 3 BSSN: 5 Vendor),” pungkasnya.

Berita Kebocoran

Sebelumnya, kabar bocornya data peserta BPJS Kesehatan beredar melalui sejumlah akun media sosial Twitter.

Sejumlah warganet mengomentari situasi tersebut, termasuk yang dipantau melalui akun @ndagels dan @Br_AM.

Akun tersebut mengunggah tangkapan layar yang berisi percakapan seseorang yang menjual sekitar 290 juta data penduduk Indonesia yang bersumber dari data dari situs web BPJS Kesehatan.

Komponen yang dijual adalah nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, alamat, email, tanggungan, dan lain-lain.

Bahkan ada beberapa netizen yang mengecek sampel data yang ditawarkan dan mengklaim semua komponen cocok.

Netizen pun mengomentari argumentasi BPJS Kesehatan terkait perbedaan data peserta yang dibocorkan lebih banyak dari data sebenarnya yang tercatat di BPJS Kesehatan.

“Argumen BPJS Kesehatan tidak ada datanya sampai 290 juta, tapi ada juga data peserta yang meninggal. Makanya bisa mencapai 290 juta,” komentar netizen.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250