Oknum pengacara berinisial ADS ditangkap Polres Jakpus atas dugaan keterlibatan dalam mafia tanah

  • Whatsapp
Oknum pengacara berinisial ADS ditangkap Polres Jakpus atas dugaan keterlibatan dalam mafia tanah
banner 300x250

Havana88detik – Pengacara berinisial ADS ditangkap Polres Jakarta Pusat karena diduga terlibat mafia tanah. Polisi mengatakan bahwa ADS mengerahkan preman untuk mengintimidasi warga.
Dalam kasus ini, polisi menangkap 8 pelaku lainnya, yakni HK, EG, RK, MH, YB, WH, AS, dan LR. Mereka berperan sebagai preman yang melakukan tindakan intimidasi terhadap warga.

“Dialah yang memerintahkan rekan-rekannya untuk datang dan menempati lokasi,” kata Kasat Reskrim Polsek Metro Jakarta Pusat, AKBP Burhanuddin, kepada wartawan di Polres Jakarta Pusat, Jakarta Pusat, Selasa (9/3). 2021).

Read More

Burhanuddin mengatakan ADS sedang melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan sebagai pengacara.

“Kami juga mengamankan penasehat hukum. Berdasarkan hasil penyidikan dan penyidikan sudah melebihi tugas yang seharusnya dilakukan (ADS). Sehingga kami menetapkan mereka sebagai tersangka,” ujarnya.

ADS diduga mengerahkan preman untuk menduduki tanah tersebut. Para preman kemudian mengintimidasi warga untuk mengosongkan lahan tersebut.

“Mereka datang ke lokasi dan melakukan intimidasi, memaksa penghuni menandatangani kliring, langsung dipagari, dipagari lokasi yang diklaim,” jelas Burhanuddin.

Sedangkan obyek tanah yang dikuasai preman adalah kawasan yang dipenuhi ruko hingga kos. Burhanuddin menyampaikan, 50 orang menjadi korban.

Selain itu, pelaku juga menutup akses jalan masyarakat yang menggunakan seng dan balok kayu. Sehingga masyarakat yang tinggal disana merasa tidak nyaman.

Burhanuddin mengatakan, pihaknya masih mengusut dugaan penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap warga. Kemudian, kata dia, polisi juga memburu pihak lain yang diduga terlibat.

“Masih ada pelaku lain yang mengejar, termasuk dalang aksi ini. Kami sudah tahu identitas orang-orang tersebut,” ujarnya.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 3 lembar seng, balok kayu, 1 lembar papan bertuliskan ‘Tanah ini milik IKKI (Koperasi Induk Kopra Indonesia) Kuasa Antonius Djuang & Rekan’, dan 4 bantal. Pelaku akan dijerat pasal 335 KUHP dengan ancaman 1 tahun penjara.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250