Oknum Kepala Desa Korupsi Dana BLT Covid-19 Rp 187,2 Untuk Main Judi dan Wanita

  • Whatsapp
Kepala Desa Melakukan Korupsi Dana Bantuan Covid-19 untuk Main Judi dan Wanita di Musi Rawas
banner 300x250

Havana88detik – Seorang oknum kepala desa ketahuan menyalahgunakan dana bantuan Covid-19 untuk main wanita dan juga main judi di Musi Rawas beberapa hari yang lalu. Polres Musi Rawas pun akan segera menyerahkan kasus yang menyeret Askari berusia 43 tahun pada pihak kejaksaan sekitar lantaran sudah melakukan tindak korupsi dimana dia dengan sengaja memotong dana bantuan pandemi Covid-19 untuk masyarakat yang nilainya bahkan mencapai sekitar Rp 187,2.

Askari merupakan seorang oknum pejabat kepala desa di Sukowarno, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Sebagai kepala desa, dirinya melakukan perbuatan yang tidak terpuji sama sekali karena melakukan korupsi dana bantuan Covid-19 untuk judi online dan wanita. Dia menggunakan uang itu untuk berfoya-foya dan rupanya aksi yang dilakukannya ini justru terungkap setelah pihak kepolisian mendapatkan laporan yang berasal dari masyarakat.

Read More

AKBP Efrannedy yang merupakan Kapolres Musi Rawas mengatakan jika sekitar 156 KK atau Kepala Keluarga yang menjadi korban dari korupsi yang dilakukan oleh kepala desa mereka. Seharusnya masing-masing KK ini mendapatkan BLT atau Bantuan Langsung Tunai dana desa yang terkena dampak pandemi Covid-19 dengan nominal Rp 600 ribu. Namun sayangnya selama kurang lebih tiga bulan lamanya, dana itu tak kunjung turun dan dilarikan oleh kepala desa Askari.

Tahap pertama BLT dibagikan mulai bulan April 2020 dan Askari memberikannya pada masyarakat. Akan tetapi, tahap kedua dan ketiga di bulan Mei dan Juni, rupanya uang tersebut tidak dibagikan sebab telah habis digunakan untuk berjudi dan bermain wanita. Efranedy mengatakan jika pihaknya sudah memeriksa semua saksi yang terlibat di kasus ini mulai dari anggota BPD hingga warga sebagai korbannya. Bahkan para penyidik pun juga memperoleh barang bukti berupa dokumen untuk pencairan BLT sekaligus rekening koran atas nama desa.

Seluruh alat bukti itu telah lengkap dan telah P21 dan kemudian dilimpahkan pada Jaksa untuk diselidiki dan disidang. Efrannedy sungguh sangat menyayangkan kasus ini sebab oknum kepala desa itu harusnya membantu seluruh warga yang terdampak di tengah pandemi dan justru memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi seperti main judi dan wanita. Dirinya pun terkenal pasal berlapis yaitu pasal 3 UU RI No 20 tahun 2001 perubahan dari pasal 31 tahun 1999 jo pasal 8 UU tentang korupsi dengan ancaman kurungan 20 tahun dan denda maksimal 1 miliar.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250