Novel Baswedan Tak Percaya Pegawai Nonaktif Minta Pekerjaan Lain ke Pimpinan KPK

  • Whatsapp
Penyidik ​​nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengaku tidak percaya dengan adanya pegawai nonaktif KPK yang meminta pekerjaan lain dari pimpinan KPK.
banner 300x250

Havana88- Penyidik ​​nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengaku tidak percaya dengan adanya pegawai nonaktif KPK yang meminta pekerjaan lain dari pimpinan KPK. Pernyataan itu sekaligus menyanggah pernyataan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron yang menduga ada pegawai yang meminta bantuan pimpinan.

“Tentang apa yang Pak Nurul Ghufron katakan ada pegawai yang minta tolong ke yang bersangkutan, maaf saya tidak percaya,” kata Novel sembari menempelkan emoji senyum kepada Liputan6.com, Jakarta, Selasa (14/9/2021). ).

Read More

Ia memandang Nurul Ghufron sesat dengan maksud meminta bantuan kepada pegawai yang tidak aktif. Permohonan bantuan yang diajukan oleh pegawai tersebut bukanlah permintaan pekerjaan lain, melainkan permintaan agar pimpinan KPK tidak sewenang-wenang terhadap pegawai.

“Kalaupun ada pegawai yang meminta bantuan, mungkin pegawai tersebut meminta pimpinan untuk tidak melanggar hukum dan bertindak sewenang-wenang, yang merusak prinsip dasar integritas dan merugikan KPK,” kata Novel Baswedan.

Sebelumnya, Nurul Ghufron mengatakan tidak semua pegawai difabel karena tidak lolos uji wawasan kebangsaan (TWK) terhadap pimpinan. Ia menduga masih ada pegawai yang meminta perhatian dari pejabat dan pimpinan KPK.

Artinya yang memiliki TMS (tidak memenuhi syarat) ada berbagai tingkatan, ada yang menentang, kemudian ada yang meminta bantuan, kata Ghufron dalam keterangannya, Selasa (14/9/2021).

Luar biasa tentang 2 huruf

Ghufron mengatakan setelah tersiar kabar bahwa seorang pegawai nonaktif ditawari dua surat. Kedua surat tersebut terkait dengan permohonan pengunduran diri dan lamaran kerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ghufron menduga, munculnya permintaan pekerjaan di BUMN itu karena pernyataan dari pegawai nonaktif itu sendiri yang terus meminta perhatian pimpinan KPK.

“Mungkin ada yang minta bantuan seperti itu, mungkin mereka berinisiatif di antara mereka sendiri, itu mungkin,” kata Ghufron.

Novel Baswedan mendapat kabar bahwa rekan-rekannya di lembaga antikorupsi yang dinonaktifkan diminta untuk menandatangani dua surat. Menurut Novel, beberapa rekannya yang difabel pernah didatangi seseorang dari KPK. Novel yakin aksi itu dilakukan atas sepengetahuan pimpinan KPK. Menurut Novel, itu adalah penghinaan.

“Bagi kami itu adalah penghinaan,” katanya.

Senada dengan Novel, pegawai nonaktif KPK Benedycitus Siumlala menegaskan akan menolak surat tersebut. Ia mengatakan, dua surat itu bukan jalan keluar untuk menyelesaikan polemik tes wawasan kebangsaan (TWK).

“Saya pribadi jelas menolak. Itu bukan solusi, dan tidak ada opsi seperti itu dalam rekomendasi ORI dan Komnas HAM. Saya pribadi tidak ingin menghalangi pimpinan. Surat itu sangat feodal,” kata Benedyctus.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250