Nelayan Lobster Pangandaran Hadapi Masa Paceklik

  • Whatsapp
 Kegiatan usaha nelayan tidak terkena dampak langsung dari kebijakan PPKM pandemi COVID-19. Pembatasan aktivitas dan mobilitas tidak berlaku di laut.
banner 300x250

Havana88 –   Kegiatan usaha nelayan tidak terkena dampak langsung dari kebijakan PPKM pandemi COVID-19. Pembatasan aktivitas dan mobilitas tidak berlaku di laut.

Namun, masa PPKM tersebut bertepatan dengan datangnya musim paceklik, khususnya bagi para nelayan lobster di Pangandaran. “Sama saja susah, sudah berminggu-minggu tanpa lobster,” kata Aded Wahyudin, nelayan di Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Pangandaran, Senin (26/7/2021).

Read More

Menurut Aded, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat lobster sulit ditangkap. “Cuaca berubah, jadi lobster tidak keluar dari sarangnya,” katanya.

Untuk mengisi waktu luangnya, Aded memilih menangkap ikan dengan jaring di tepi laut. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.

“Paling tidak untuk menangkap ikan di pinggir saja, hanya untuk lauk di rumah. Selain itu, waktu luang digunakan untuk memperbaiki jaring yang rusak,” ujarnya.

Ia mengatakan, harga perangkap lobster cukup mahal, hingga Rp. 2 juta. Jadi jika ada kerusakan dia berusaha memperbaikinya sendiri.

“Selain rusak, banyak juga yang hilang. Entah hilang diterjang ombak atau dicuri,” kata Aded.

Ditambahkan, metode penangkapan lobster dilakukan dengan memasang jaring perangkap di bebatuan. Untuk mengaturnya, dia harus menyelam. Penangkapan lobster tidak perlu menggunakan umpan, cukup pasang jaring perangkap di titik perkiraan sarang lobster.

“Jaring dipasang di bebatuan, di lubang-lubang atau di tebing. Ya saya harus menyelam, saya tidak menggunakan perahu, jadi saya hanya menggunakan pelampung dari ban truk,” kata Aded.

Setelah jaring terpasang, kemudian dibiarkan selama beberapa jam. Jika dipasang pada malam hari, setelah subuh akan diambil lagi. Jika Anda meletakkannya di pagi hari, ambillah di malam hari. Agar tidak lupa posisinya, dipasang pelampung kecil di jaring.

“Dibiarkan sekitar 6 atau 8 jam, setelah itu dilihat lagi sudah ada yang tertangkap atau tidak. Sekarang mah sering zonk,” tambah dia.

Solihin, kolektor hasil laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Legokjawa Pangandaran, mengatakan saat ini harga lobster relatif stabil. Lobster kecil ukuran sedang harganya Rp 150 ribu per kilogram, lobster kecil hanya Rp 100 ribu per kilogram.

Selanjutnya lobster ukuran sedang mencapai Rp. 350 ribu per kilogram, sedangkan lobster besar mencapai Rp. 400 ribu per kilogram. “Kalau harga stabil, tapi sudah sebulan lebih nelayan lobster jarang menjualnya,” katanya.

Dia mengatakan lobster adalah makanan laut musiman. “Sekarang bukan musimnya, jadi sulit mendapatkannya,” kata Solihin.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250