Mensos Ajak Pemulung ke Balai Pangudi Luhur dan Bagikan Masker

  • Whatsapp
Mensos Ajak Pemulung ke Balai Pangudi Luhur dan Bagikan Masker
banner 300x250

Havana88 – Tri Rismaharini yang merupakan Menteri Sosial di sepanjang Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, membagikan masker kepada masyarakat disana. Penerima masker adalah orang-orang yang kebetulan berada di sepanjang trotoar.

Mereka adalah tukang ojek dan bajaj, tukang parkir, satpam kantor, dan sebagainya. Dalam perjalanannya membagikan masker, di depan Wisma Kemhan, Risma menemukan ada dua keluarga pemulung sedang beristirahat di bawah jembatan penyeberangan. Mensos mengundang mereka ke Balai Pangudi Luhur Bekasi untuk mendapatkan pelayanan Kemensos.

Read More

“Ikut saya. Nanti saya kasih kerja. Nanti dapat penghasilan tetap. Ini anak yang ikut. Supaya bisa sekolah. Nanti disana juga banyak teman,” bujuk Risma kepada Sofyan, pemulung asal Subang yang ditemuinya (16/7).

Awalnya Sofyan tampak masih merasa ragu dengan tawaran tersebut, akan tetapi dia melihat istrinya sedang berdiskusi kecil. “Ya,” kata Risma lagi.

“Bagaimana keretanya, Bu. Bolehkah saya mengambilnya?” tanya Sofyan, ayah satu anak.

“Ambil saja. Tidak apa-apa. Saya juga bisa membelinya. Berapa harganya. Hitung-hitung,” tambah Risma. Dia kemudian mendekati putra Sofyan.

“Mau ikut dengan saya. Nanti bisa sekolah. Jadi bisa jadi insinyur, mau jadi presiden? Harus sekolah dulu supaya pintar,” kata Bu Risma.

Sementara itu, tawaran serupa juga dilontarkan oleh Ahmad Jaenudin, yang merupakan sesama pemulung Sofyan yang kebetulan berada di tempat yang sama. Kepada Menteri Sosial, ia juga awalnya menanyakan pertanyaan yang sama dengan Sofyan.

Namun akhirnya Jaenudin menerima tawaran itu. Pria asal Majalengka, umur 68 tahun tersebut mengaku bahwa ia tertarik dengan tawaran Mensos itu. Jaenudin yakin akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik di bawah bimbingan Kementerian Sosial. Ia ingin bergabung dan harapannya ialah bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Pada hari yang sama mereka diantar oleh Tim Respon Cepat Kemensos ke Aula Pangudi Luhur di Bekasi.

Di sana, Sofyan beserta keluarga dan Jaenudin akan mendapatkan pelayanan, dengan terlebih dahulu melakukan pengkajian dan menjalani protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kehadiran Sofyan dan Jaenudin menambah panjang daftar pemulung dan kelompok marjinal yang mendapat pelayanan di Pusat Penciptaan Perhatian (SKA) Kementerian Sosial.

Sebelumnya, puluhan masyarakat kurang mampu telah mendapatkan pembinaan sosial, pelatihan vokasi dan pembinaan kewirausahaan. Di Balai Pangudi Luhur juga diberikan pendampingan dan penguatan untuk kegiatan wirausaha melalui kafe, galeri, budidaya lele, tanaman hidroponik, laundry dan juga berjualan di toko kelontong.

Kementerian Sosial sangat menyadari besarnya tantangan yang dihadapi situasi saat ini menghadapi Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari setahun dan belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

Salah satu dampak dari pandemi adalah banyak orang kehilangan rumah dan pendapatan. Dengan adanya SKA diharapkan masyarakat yang kurang mampu dan terpinggirkan mendapatkan keterampilan wirausaha sehingga dapat mandiri secara sosial dan ekonomi.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250