Masjid Al Markaz Makassar Batal Menggelar Salat Idul Adha

  • Whatsapp
 Masjid Al Markaz Makassar membatalkan shalat Idul Adha 1442 Hijriah pada Selasa (20/7) besok, setelah mengumumkan akan tetap menggelar shalat Idul Adha.
banner 300x250

Havana88 –   Masjid Al Markaz Makassar membatalkan shalat Idul Adha 1442 Hijriah pada Selasa (20/7) besok, setelah mengumumkan akan tetap menggelar shalat Idul Adha. Keputusan pembatalan salat Idul Adha itu diambil dengan mengikuti surat edaran dari pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Dengan mempertimbangkan perkembangan kasus COVID-19 di Makassar serta surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), demi kebaikan bersama, kami memutuskan untuk membatalkan shalat Idul Adha tahun ini. ,” kata Ketua Yayasan Islamic Center Prof Basri Hasanuddin dalam keterangannya. keterangannya, Senin (19/7/2021).

Read More

Atas pembatalan salat Idul Adha, Basri meminta maaf kepada masyarakat. Menurutnya, Masjid Al-Markaz Al-Islami merupakan representasi dari semua pihak sehingga harus menjadi contoh upaya untuk bersama-sama berpartisipasi dalam menanggulangi penyebaran wabah COVID-19.

Penyembelihan hewan kurban tetap dilakukan sesuai protokol kesehatan. Namun, panitia tidak akan melayani pembagian daging kurban di tempat pemotongan. Panitia akan mengantarkan langsung daging kurban kepada penerima yang terdaftar.

“Jadi daging kurban akan langsung diantar ke penerima. Ini untuk menghindari keramaian di tempat pemotongan. Semua nama mustahid sudah ada di data panitia,” kata imam masjid Al Markaz Muammar Bakri secara terpisah.

Tahun ini, jumlah hewan kurban yang akan disembelih di Al-Markaz sebanyak 19 ekor. Jumlah ini jauh menurun dari tahun lalu yang sebanyak 33 ekor sapi untuk kurban. Penurunan ini merupakan salah satu dampak dari pandemi COVID-19.

Pemerintah Kota Makassar juga mengimbau warganya untuk melaksanakan shalat Idul Adha di rumah masing-masing. Larangan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama (Menag), Surat Menteri Dalam Negeri, dan Surat Edaran Gubernur.

“Shalat Idul Adha sunnah, wajib menyelamatkan jiwa manusia, maka saya dan Forkopimda berunding dan memutuskan untuk mengikuti sepenuhnya Surat Edaran Menteri Agama tentang shalat Idul Adha di zona oranye dan zona merah, yaitu Sholat Idul Fitri di rumah,” kata Wali Kota Makassar. , Danny Pomanto.

Sebelumnya diberitakan Masjid Al Markaz Makassar, Sulawesi Selatan akan tetap melaksanakan shalat Idul Adha di hari terakhir PPKM Makassar. Namun, panitia meminta warga tidak datang untuk mengambil daging kurban karena akan diantar langsung ke rumah masing-masing.

“Ya jadi salat Idul Adha tetap dilaksanakan di Masjid Al Markaz, tapi tetap mengacu pada protokol kesehatan COVID-19,” kata Imam Masjid Al Markaz Muammar Bakri.

Muammar mengatakan, setiap warga yang akan melaksanakan salat Idul Fitri wajib memakai masker. Pengurus masjid juga akan merapikan shaf-shaf agar jamaah tidak terlalu berhimpitan. Tak hanya itu, panitia juga membuka lapangan di sekitar masjid untuk dijadikan tempat salat.

“Tentu jumlahnya terbatas karena antreannya jelas ada. Artinya, kalau sudah penuh, posisikan diri di luar atau gunakan sisi jalan. Kami yakin tidak akan ada masalah karena kami disarankan untuk menjaga jarak,” kata Muammar.

Pelaksanaan salat Idul Fitri juga mengacu pada surat edaran Gubernur Sulawesi Selatan. Apalagi, kawasan Al Markaz bukanlah kawasan rawan COVID-19. “Al Markaz bukan zona merah,” katanya singkat.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250