Ma’ruf: Ada Daerah Belum Berani Gelar PTM Terbatas Meski Dibolehkan

  • Whatsapp
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengakui, ada sejumlah daerah yang belum menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas meski sudah diizinkan. Karena melalui kunjungannya, Ma'ruf ingin mendorong agar kegiatan tersebut dapat terlaksana dan aman selama protokol kesehatan disiplin (prokes).
banner 300x250

Havana88- Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengakui, ada sejumlah daerah yang belum menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas meski sudah diizinkan. Karena melalui kunjungannya, Ma’ruf ingin mendorong agar kegiatan tersebut dapat terlaksana dan aman selama protokol kesehatan disiplin (prokes).

“Saya kira sejalan dengan kebijakan Mendikbud, daerah-daerah yang sudah berada di level 1-3 pada prinsipnya boleh terbuka. Tapi memang ada pemerintah daerah yang sepertinya tidak berani,” kata Ma’ruf usai mengunjungi PTM di Kabupaten Bogor, Kamis (9/9). /2021).

Read More

Ia berharap daerah yang masih ragu dengan pelaksanaan PTM bisa percaya diri. Ia juga meminta Kemendikbud untuk mendorong daerah-daerah yang telah diizinkan menyelenggarakan PTM terbatas untuk membuka sekolahnya dan mengizinkan kegiatan terkait dilakukan.

“Ini akan terus didorong, saya kira Mendikbud juga akan terus mendorong semua daerah yang sudah memenuhi levelnya untuk terbuka agar tidak ketinggalan,” harap Ma’ruf.

Ma’ruf mengingatkan, meski izin dari daerah dan sekolah sudah dibuka, izin orang tua menjadi hal utama dalam pelaksanaan PTM terbatas ini.

“Kami akan mendorong mereka untuk memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan untuk pembukaan dan juga terkait dengan kesiapan orang tua dan izin orang tua,” kata Ma’ruf.

20 Persen Orang Tua di Depok Tidak Setuju PTM Terbatas

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Mohammad Thamrin mengatakan, pihaknya sedang mengecek kembali kesiapan sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Penilaian dilakukan mulai dari Tim Satgas, sarana dan prasarana pendukung, hingga pemberian disinfektan dan lain-lain.

“Kita memang harus cek ulang lagi dan saat ini pengawas sekolah langsung turun ke sekolah,” kata Thamrin, Selasa, 7 September 2021.

Thamrin menjelaskan, pada awal Oktober 2021 sekolah yang memenuhi persyaratan dan mendapat dukungan dari orang tua siswa dapat melanjutkan PTM.

“Kalau checklist keseluruhan di atas 80 persen, kita mau cek ulang lagi, kan kalau di atas kertas kita mau checklistnya bagus,” jelas Thamrin.

Hasil pemeriksaan ulang, kata Thamrin, 80 persen orang tua mengizinkan anaknya mengikuti PTM terbatas.

“Rata-rata survei orang tua di atas 80 persen yang setuju dan 20 persen tidak setuju,” kata Thamrin.

Thamrin mengatakan, orang tua yang setuju melakukan PTM harus siap mengantar anaknya ke sekolah. Selain itu, orang tua wajib menyediakan masker cadangan untuk siswa. Begitu juga dengan protokol kesehatan siswa juga harus menjadi perhatian orang tua.

“Protokol kesehatan harus dipatuhi sejak berangkat ke sekolah,” kata Thamrin.

Thamrin mengatakan, orang tua yang tidak setuju anaknya ikut PTM dibatasi karena takut anaknya terpapar Covid-19. Mahasiswa yang tidak mengikuti PTM akan dipersiapkan untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Kekhawatiran orang tua harus kita hormati, jika orang tua tidak setuju, kita akan memberikan pelayanan kepada siswa yang orang tuanya tidak mengizinkan,” pungkas Thamrin.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250