Mantan Lurah Pancoran Mas Depok Akan Segera Disidangkan Terkait Pelanggaran PPKM Darurat

  • Whatsapp
Kejaksaan Negeri Depok telah menerima tersangka tahap dua dan barang bukti pelanggaran PPKM Darurat. Mantan Ketua Pancoran Mas, Depok, Suganda telah melanggar kebijakan PPKM Darurat dengan menggelar pernikahan pada 3 Juli 2021.
banner 300x250

Havana88- Kejaksaan Negeri Depok telah menerima tersangka tahap dua dan barang bukti pelanggaran PPKM Darurat. Mantan Ketua Pancoran Mas, Depok, Suganda telah melanggar kebijakan PPKM Darurat dengan menggelar pernikahan pada 3 Juli 2021.

Kepala Intelijen Kejati Kota Depok, Andi Rio Rahmat mengatakan, Kejaksaan Kota Depok telah menerima dan memeriksa barang bukti dan tersangka berinisial S. Tanda terima barang bukti dan tersangka diterima di Ruang Tahap 2 RS. Kejaksaan Negeri Depok.

Read More

“Kami telah menerima tersangka S, mantan Kepala Desa Pancoran Mas yang melanggar PPKM Darurat,” kata Andi, Sabtu (25/9/2021).

Mantan Ketua Pancoran Mas itu ditetapkan sebagai tersangka usai menggelar resepsi pernikahan. Resepsi dilaksanakan pada hari pertama pelaksanaan PPKM Darurat dan dalam kebijakan aturan PPKM Darurat ada gunanya mengadakan resepsi pernikahan.

“Setelah proses tahap 2 di Kejari Depok, akan segera kami serahkan ke Pengadilan Negeri Depok untuk diadili,” kata Andi Rio.

Tersangka mantan Kepala Desa Pancoran Mas itu melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 212 KUHP dan/atau Pasal 216 KUHP. Jaksa Penuntut Umum akan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Pengadilan Negeri Depok untuk segera diadili.

“Penyerahan berkas dan tersangka pelanggaran PPKM Darurat dilakukan setelah penetapan kasus sudah P21,” kata Rio.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok telah mengeluarkan kebijakan PPKM Darurat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Dalam kebijakan ini, ada larangan mengadakan resepsi pernikahan. Namun, nyatanya beredar rekaman video yang memperlihatkan Kepala Desa Pancoran Mas saat itu, Suganda sedang menggelar resepsi pernikahan anaknya.

Atas kejadian tersebut, Pemkot Depok memberikan sanksi kepada mantan Ketua Pancoran Mas tersebut, berupa pembebasan dari jabatannya sebagai lurah. Sanksi itu dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Pemeriksa Khusus Pemkot Depok.

Sesuai SOP

Saat itu, Kepala Badan Pengembangan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Kota Depok Supian Suri mengatakan, pelepasan tersebut sesuai dengan prosedur pemeriksaan yang dilakukan Pemkot Depok.

Awalnya, Suganda menjalani pemeriksaan pendahuluan di BKPSDM Kota Depok. Setelah itu, Pemkot Depok membentuk Tim Pemeriksa Khusus (Riksus) untuk melakukan pemeriksaan terhadap Suganda.

“Pemeriksaan dipimpin oleh Pembantu Inspektur Wilayah II,” kata Supian.

Supian menjelaskan, setelah Tim Investigasi Khusus memeriksa hasilnya, dibuat laporan sesuai mekanisme dan aturan yang ada. Laporan hasil pemeriksaan dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Laporan tersebut ditandatangani oleh Inspektur Kota Depok, Firmanudin.

“Setelah itu dibuat SK Walikota nomor 862/Kep-1721/BKPSDM/2021 yaitu pelepasan tugas yang digariskan Walikota Depok selaku Pengawas Pegawai Negeri Sipil,” pungkas Supian.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250