Mantan Anggota DPRD Jember Ditemukan Meninggal Di Kamar Rumahnya Saat Isolasi Mandiri

  • Whatsapp
Mantan anggota DPRD Jember H Sanusi Mochtar Fadilah ditemukan tewas di kamarnya. Sebelumnya, Sanusi diketahui menjalani isolasi mandiri (isoman) karena positif COVID-19.
banner 300x250

Havana88 –  Mantan anggota DPRD Jember H Sanusi Mochtar Fadilah ditemukan tewas di kamarnya. Sebelumnya, Sanusi diketahui menjalani isolasi mandiri (isoman) karena positif COVID-19.

Sanusi pernah menjadi anggota DPRD Jember periode 2004-2009 dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Namun saat ini, ia menjadi pengurus DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jember. Ia adalah seorang isoman di Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang.

Read More

“Ya, dia Wakil Sekretaris DPC PPP Jember,” kata Ketua DPC PPP Jember HM Madini Faruk, Minggu (18/7/2021).

“Dan juga Sekretaris AHSAN (Asosiasi Himpunan Santri Nusantara) dan juga Sekretaris BGD (Barigade Gus Dur) Jember. Almarhum adalah orang yang suka berorganisasi sejak muda dan semangatnya luar biasa,” ujarnya. dilanjutkan.

Sebelumnya, Sanusi menjalani isoman setelah istrinya meninggal karena COVID-19. Sanusi tinggal seorang diri di rumah karena dua anaknya tinggal dan satu anaknya ditinggal di rumah kerabatnya di Desa Sempolan, Kecamatan Silo.

“Dua anaknya tinggal di Sidogiri (Pasuruan) dan Paiton (Probolinggo), dan yang kecil dititipkan di rumah keluarga di Sempolan karena Haji Sanusi mengisolasi diri di rumah,” jelas Madini Faruk.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Mamak itu, jenazah Sanusi disemayamkan di rumahnya di Kecamatan Maesan, Bondowoso. Kedua anaknya yang tinggal di rumah duka juga telah tiba.

“Anaknya yang di rumah juga sudah sampai di rumah Maesan,” kata Gus Mamak.

Kapolsek Mayang Iptu Bejul Nasution mengatakan, Sanusi telah menjalani isoman di rumahnya selama 10 hari. Selama itu, pihaknya terus melakukan pemantauan. Bahkan rumah Sanusi pun disemprot disinfektan.

“Dia menjalani isomanisme di rumahnya, sekitar dua hari yang lalu, saya bersama Danramil, Pak Camat Mayang, dan sejumlah relawan menyemprot rumahnya (dengan desinfektan),” kata Bejul.

“Saat penyemprotan dilakukan, terlihat dari jendela kamar di rumahnya yang kami sambut. Bahkan tadi pagi saya masih sempat mengirim nasi bungkus untuk sarapan, karena isoman di rumah sendiri,” imbuhnya.

Bejul mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas agar Sanusi bisa ditangani. Namun saat itu Sanusi masih memilih isoman di rumahnya.

“Tapi dia tetap merasa tidak perlu. ‘Oh tidak,’ katanya. Jadi dia masih menjalani isoman di rumahnya,” kata Bejul.

Untuk memantau kondisi Sanusi, lanjut Bejul, pihaknya berkoordinasi dengan warga sekitar rumah Sanusi untuk melihat dan memperhatikan kondisi mantan anggota Dewan tersebut.

“Tadi malam saya berkoordinasi dengan seorang warga bernama Mas Nunung. Saya bilang untuk dilihat dan diawasi. Lalu tadi pagi (setelah sarapan) saya menunggu dia tidur. Tapi kemudian kenapa terjadi hal aneh saat tidur, ternyata meninggal. Saya tidak tahu pasti jam berapa dia meninggal,” kata Bejul.

“Akhirnya saya bersama pihak Koramil dan petugas Puskesmas untuk mengecek, dan (diketahui) sudah meninggal,” sambungnya.

Selanjutnya, proses pemakaman dilakukan sesuai protokol pemakaman pasien COVID-19. Keluarga juga ingin dimakamkan di tempat asalnya.

“Rumahnya di Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso. Pemakamannya menggunakan protokol skrining COVID-19 yang diambil menggunakan ambulans di Puskesmas Bondowoso. Dibantu di sana,” pungkas Bejul.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250