KSAD menegaskan Serda Manganang lahir sebagai laki-laki dengan kelainan hipospadia

  • Whatsapp
KSAD menegaskan Serda Manganang lahir sebagai laki-laki dengan kelainan hipospadia
banner 300x250

Havana88detik – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menggelar jumpa pers terkait maraknya perbincangan mantan atlet bola voli putri Sersan. Dua (Serda) Aprilia Manganang. Andika menegaskan, Serda Manganang lahir sebagai pria penderita hipospadia.
“Sersan Manganang bukan transgender, dia juga interseks. Tidak termasuk kategori itu. Saya tahu definisinya dan tim dokter tahu semua definisinya. Karena kelainan yang dialaminya adalah hipospadia. Jadi selalu kembalikan seperti itu,” kata Jenderal Andika di Mabes AD. , Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021).

Andika menjelaskan, Manganang lahir sebagai pria penderita hipospadia. TNI AD dalam kasus ini dua kali membantu Manganang dalam operasi korektif. Saat ini, Manganang telah menjalani operasi tahap pertama dan masih dalam proses pemulihan di RSPAD, Jakarta.

Read More

“Operasi yang saya katakan tadi adalah operasi korektif, istilahnya atau operasi korektif. Jadi tidak ada ganti kelamin yang bukan administratif. Kalau nanti kita urus di Pengadilan Negeri Tondano, sekarang tinggal populasinya. Administrasi. Tapi Manganang itu laki-laki dan tidak ada. Kemungkinan perubahan fisik dari organ kelamin perempuan menjadi laki-laki. Itu penegasan saya, ”tegasnya.

Setelah semua operasi selesai, Andika mengatakan Manganang akan tetap menjadi prajurit TNI AD dan masuk sebagai bintara di masyarakat ajudan. Nantinya, TNI AD akan membantu semua proses administrasi yang dibutuhkan Manganang.

“Selanjutnya apa? Kemudian Manganang setelah masuk dalam jajaran TNI Angkatan Darat dia menjadi bintara di masyarakat ajudan umum. Saya akan dengan kondisi ini, kemudian saya bersama staf akan melakukan evaluasi untuk memberikan tugas yang lebih sesuai. Paling banyak. Kemungkinan akan kita tempatkan di perbekalan dan transportasi atau kesehatan. Tergantung passion di mana Manganang lebih besar, ”kata Andika.

“Direktur Hukum Brigadir Jenderal TNI Tetty sudah menyiapkan semua dokumen untuk membantu Sersan Manganang mendapatkan apa yang diinginkannya, yaitu kita memenuhi persyaratan dalam UU 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan dan kita akan ikuti prosedurnya jadi kita berharap PN Tondano akan memberi dan menentukan perubahan nama dari nama sebelumnya menjadi nama yang akan dipilih oleh Sersan Manganang dan orang tuanya serta mengubah status jenis kelamin sesuai Pasal 56 UU 23, ”imbuhnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250