KPK Segera Lakukan Penggeledahan Terkait Kasus Suap Bupati Kolaka Timur

  • Whatsapp
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan segera melakukan penggeledahan dalam kasus dugaan suap terhadap Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur (AMN).
banner 300x250

Havana88- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan segera melakukan penggeledahan dalam kasus dugaan suap terhadap Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur (AMN).

“Mungkin besok (hari ini) kami akan melakukan penggeledahan,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto di Gedung KPK, Rabu 22 September 2021 malam.

Read More

Karyoto menolak merinci lokasi yang akan digeledah dalam waktu dekat. Namun, Karyoto memastikan KPK akan memberikan informasi kepada publik begitu penggeledahan berlangsung.

“Biasanya dalam pencarian ini kita akan melihat informasi. Sebelumnya rekan-rekan menanyakan apakah ini terlibat, terlibat, terlalu dini bagi kami untuk mengatakan itu,” kata Karyoto.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) Kolaka Timur Anzarullah sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Koltim. Pemerintah. Pengadaan barang dan jasa tersebut bersumber dari hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kasus ini bermula pada Maret hingga Agustus 2021 ketika Bupati Andi dan Anzarullah menyiapkan proposal dana hibah BNPB berupa dana rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) dan dana siap pakai (DSP). Setelah proposal selesai, keduanya mengunjungi kantor BNPB Pusat di Jakarta pada awal September 2021.

Mereka menyampaikan presentasi terkait permohonan hibah logistik dan peralatan, dimana Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur menerima hibah BNPB yaitu hibah relokasi dan rekonstruksi senilai Rp. 26,9 miliar dan hibah siap pakai senilai Rp. 12,1 miliar.

Suap Rp250 Juta

Menindaklanjuti pemaparan tersebut, Anzarullah meminta kepada Bupati Andi agar beberapa proyek pekerjaan fisik yang bersumber dari dana hibah BNPB nantinya akan dikerjakan oleh orang-orang kepercayaannya dan pihak lain yang membantu mengatur agar dana hibah tersebut dapat dikucurkan ke Timur. Pemerintah Kabupaten Kolaka.

Anzarullah kemudian menerima paket jasa konsultasi perencanaan pekerjaan jembatan untuk 2 unit di Kecamatan Ueesi senilai Rp. 714 juta dan pengeluaran untuk jasa konsultasi perencanaan pembangunan 100 unit rumah di Kecamatan Uluiwoi senilai Rp. 175 juta.

Bupati Andi menyetujui permintaan Anzarullah dan setuju memberikan imbalan kepada Bupati Andi sebesar 30 persen. Sebagai realisasi dari kesepakatan tersebut, Bupati Andi diduga meminta Rp 250 juta untuk 2 proyek pekerjaan yang akan didapatkan Anzarullah.

Anzarullah kemudian menyerahkan Rp 25 juta kepada Bupati Andi dan sisanya Rp 225 juta disepakati untuk diserahkan ke rumah pribadi Bupati Andi. Namun, saat hendak menyerahkan, mereka ditangkap oleh tim kejaksaan.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250