Kondisi Situs Ngloram Di Blora Memprihatinkan

  • Whatsapp
Peninggalan Budaya Situs Ngloram Di Desa Ngloram Kecamatan Cepu Kabupaten Blora diyakini peninggalan zaman kerajaan Lwauram (sekarang dieja Ngloram).
banner 300x250

Havana88Peninggalan Budaya Situs Ngloram Di Desa Ngloram Kecamatan Cepu Kabupaten Blora diyakini peninggalan zaman kerajaan Lwauram (sekarang dieja Ngloram).

Meski telah terdaftar sebagai situs cagar budaya yang dilindungi, kondisi di lapangan sangat memprihatinkan dan terabaikan serta terasa damai atau menakutkan. Tidak ada papan informasi yang berkaitan dengan cerita sejarah situs tersebut. Tidak ada pagar pembatas di tepi area situs, dan juga tidak ada penerangan di malam hari.

Read More

“Di pinggir jalan hanya ada papan nama yang bertuliskan budaya situs Ngloram. Tidak ada papan informasi sejarah di situs tersebut, juga tidak ada penerangan dan tidak ada pagar pembatas di situs tersebut,” kata Beni Diro Susanto, warga desa. kepala.

Diro berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Blora untuk menata situs-situs bersejarah di desanya. Mengingat merupakan peninggalan sejarah yang penting dan harus dilestarikan.

“Saya berharap ada perhatian khusus dari pemerintah kabupaten untuk menata situs Ngloram menjadi destinasi wisata sejarah atau religi yang layak dikunjungi. Apalagi tidak jauh dari lokasi juga terdapat Bandara Ngloram yang diharapkan bisa menarik banyak kunjungan wisatawan jika ditata dengan baik,” ujarnya.

Diro menjelaskan, untuk kebersihan harian lokasi ada hakim kunci yang bertanggung jawab.

“Ada juri kunci. Juri kunci kami berikan tanah bengkok di desa sebagai hadiah untuk membersihkan dan memelihara situs,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Slamet Pamuji mengatakan, rencana atau rencana penataan di lokasi tersebut sudah ada dan tinggal dilaksanakan.

“Sebenarnya rencana penataan sudah ada. Tidak jauh dari situ juga ada situs Jipang. Nanti akan dijadikan kawasan wisata sejarah atau religi. Orang yang datang ke sana bisa mengunjungi dua tempat itu (Ngloram dan Jipang). Tunggu saja untuk anggarannya. Mudah Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi,” ujarnya.

Dipromosikan menjadi tempat wisata religi
Bupati Blora Arif Rohman juga mengatakan akan menata situs Ngloram sebagai destinasi wisata religi.

“Kebetulan diyakini ada makanan dari Sunan Ngudung yang merupakan bapak dari Sunan Kudus. Nanti akan ditata sebagai kawasan wisata religi,” jelasnya.

Sebagai gambaran, situs ini berada di atas tanah kosong yang berada di pinggiran pemukiman penduduk dan persawahan. Tidak jauh dari Bandara Ngloram. Karena tidak terawat, suasana disana terlihat semrawut atau menyeramkan.

Di lokasi tersebut terdapat batu bata kuno yang berserakan dan bertumpuk di satu lokasi. Batu bata berukuran 20 x 30 cm dan tebal sekitar 4 cm. Bahkan di lokasi itu juga ditemukan alat-alat keramik dan perunggu yang kini tersimpan di rumah artefak Blora.

Secara terpisah, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah (BPCB) Pamong Budaya Tengah, Deni Wahyu Hidayat mengatakan, lokasi situs Ngloram telah dikumpulkan dan diinventarisasi.

Deni menuturkan, di lokasi Situs Ngloram terdapat dua Punden. Penduduk setempat menyebutnya Punden Nglinggo dan Punden Ngloram. Masih di lokasi yang sama terdapat sebuah makam yang diyakini sebagai makam Sunan Ngudung.

“Diduga lokasi tersebut merupakan bekas Kerajaan Ngloram yang dipimpin oleh Sri Aji Wora – Wari. Ini berdasarkan Prasasti Pucangan. Sekarang prasasti ini berada di Kalkuta, India,” jelasnya.

Deni menambahkan, material utama dari situs-situs di Blora adalah reruntuhan batu bata. Konsep kompleks adalah bangunan bertingkat. Dimana halaman pertama adalah yang terendah, kemudian halaman kedua dan ketiga.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250