Kominfo Meminta Untuk Menutup Semua Akun Pelaku Prostitusi

  • Whatsapp
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate
banner 300x250

Havana88detik – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah meminta penyelenggara aplikasi pesan instan menutup akun yang digunakan untuk prostitusi.

Johnny mengatakan Kementerian Komunikasi dan Informatika sendiri sudah mengetahui ada pengguna internet yang menyalahgunakan aplikasi pesan instan untuk kegiatan yang melanggar hukum, termasuk prostitusi online.

Read More

“Kami sudah meminta komitmen pengelola aplikasi pesan instan untuk menghapus akun-akun yang disalahgunakan untuk kegiatan ilegal atau ilegal, termasuk prostitusi online,” kata Johnny, dalam keterangan persnya, Sabtu (20/3).

Terkait isu yang berkembang bahwa aplikasi MiChat digunakan untuk praktik prostitusi online, Johnny menyatakan pihak penyelenggara aplikasi berjanji akan menutup akun tersebut.

“MiChat sendiri sudah memiliki perwakilan di Indonesia, dan telah berkomitmen untuk menghapus akun-akun di MiChat yang disalahgunakan oleh netizen di Indonesia yang membuat janji atau mempromosikan kegiatan prostitusi online, seperti diberitakan oleh Kominfo, Polri, atau publik,” ucapnya. Johnny.

Meski begitu, untuk meminta platform pesan menutup akun pengguna, Johnny mengatakan pihaknya harus menunggu koordinasi dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terlebih dahulu.

Saat ini, menurut Johnny, belum ada permintaan resmi dari kepolisian untuk membuat akun dalam aplikasi pesan instan terkait praktik prostitusi online.

Meski demikian, Kominfo berkomitmen untuk proaktif dengan terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak lain untuk menjaga ruang digital di Indonesia tetap bersih dan bermanfaat.

“Belum ada permintaan resmi dari Polri. Namun, Tim Cyber ​​Drone Kominfo akan berkoordinasi dengan Polri terkait penggunaan konten MiChat agar ruang digital kita bersih dan bermanfaat – sesuai amanat berbagai undang-undang di Indonesia, “kata Johnny.

Data Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2020 menunjukkan terdapat 1.068.926 konten pornografi yang ditangani oleh tim AIS Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika.

Di antara jutaan konten pornografi yang ditangani Kementerian Komunikasi dan Informatika, terdapat 10 konten terkait kekerasan terhadap anak.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250