Kemendikbudristek Tunda Pengumuman Seleksi Tahap I PPPK Guru Honorer

  • Whatsapp
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memutuskan untuk menunda pengumuman hasil Seleksi Kompetensi I Guru ASN-Pegawai Negeri dengan Perjanjian Kerja (PPK) tahun 2021. Pengumuman itu awalnya dilakukan pada Jumat, 24 September 2021.
banner 300x250

Havana88- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memutuskan untuk menunda pengumuman hasil Seleksi Kompetensi I Guru ASN-Pegawai Negeri dengan Perjanjian Kerja (PPK) tahun 2021. Pengumuman itu awalnya dilakukan pada Jumat, 24 September 2021.

Sekretaris Ditjen GTK, Nunuk Suryani, menyatakan keterlambatan tersebut karena pihaknya sedang menyelesaikan proses pengolahan data.

Read More

Nunuk belum menjawab hingga proses pengolahan data seleksi selesai.

Pengumuman penundaan juga disampaikan melalui laman https://gurupppk.kemdikbud.go. id. Pengumuman 5363/B/GT.01.00/2021 tentang Penundaan Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Guru I ASN-PPPK Tahun 2021, disebutkan bahwa penundaan tersebut terkait dengan proses yang sedang berlangsung proses pengolahan nilai Seleksi Kompetensi I.

“Guru PPK dengan ini kami informasikan bahwa pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi 1 Guru PPPK yang semula dijadwalkan 24 September 2021 diundur hingga pengumuman lebih lanjut. Jadwal terbaru akan diumumkan melalui https:// halaman gurupppk.kemdikbud.go.id,” demikian pengumuman tersebut. .

Komisi X Minta Pengumuman Ditunda

Sebelumnya, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim untuk menunda pengumuman PPPK. Hal itu disampaikannya saat rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/9/2021).

“Kami meminta agar rencana pengumuman hasil seleksi PPK Guru Kehormatan tahap I pada Jumat (24/9/2021) ditunda hingga ada kepastian penambahan jumlah poin afirmasi guru honorer pada periode berikutnya. seleksi,” katanya dalam keterangan tertulis.

Huda menjelaskan, seleksi PPPK sejuta guru honorer tahap pertama memunculkan berbagai persoalan yang diprotes mayoritas guru di Tanah Air. Masalah-masalah tersebut antara lain kerancuan prosedur standar terkait jadwal dan perlengkapan yang dikeluarkan oleh pimpinan pusat.

“Kondisi ini mengakibatkan banyak peserta yang tidak bisa mengikuti ujian seleksi PPPK dan perlakuan yang berbeda bagi peserta ujian karena kebijakan yang tidak konsisten,” ujarnya.

Masalah kedua, kata Huda, adalah misalignment grid dari Kemendikbud untuk guru honorer untuk belajar sebelum mengikuti seleksi dengan materi yang diujikan. Akibatnya, persiapan teknis yang dilakukan guru honorer peserta seleksi PPPK tidak terlalu signifikan.

“Kisi-kisi yang dikeluarkan Kemendikbud untuk materi pelatihan guru sebelum mengikuti seleksi sangat jauh dari materi soal yang diujikan kepada peserta PPPK. Akibatnya banyak yang merasa grid itu buang-buang waktu, ” dia berkata.

Perbandingan tingkat kesukaran soal dengan jumlah soal 100 dengan durasi 120 menit, lanjut Huda, juga sangat jauh dari kata proporsional. Khusus untuk soal-soal dengan pendekatan high order thinking skills (HOTS) yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk menalar.

“Model soal yang kurang familiar bagi peserta, terutama peserta ujian dengan usia tertentu, menyebabkan kesulitan yang membuat mereka gagal menyelesaikan soal yang diujikan,” ujarnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250