Kejagung Tangkap Buron Kasus Korupsi di Subang

  • Whatsapp
Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Garut dan Subang menangkap buronan kasus korupsi atas nama H Tauhidi Fachrurozi. Ia ditangkap oleh tim buronan penangkap (tabur) di Jalan Perum Mahkota, Subang, Jawa Barat.
banner 300x250

Havana88- Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Garut dan Subang menangkap buronan kasus korupsi atas nama H Tauhidi Fachrurozi. Ia ditangkap oleh tim buronan penangkap (tabur) di Jalan Perum Mahkota, Subang, Jawa Barat.

“Pada Kamis, 16 September 2021, pukul 15.00 WIB, Kejaksaan Jabar bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Subang Garut berhasil mengamankan buronan korupsi atas nama H Tauhidi Fachrurozi,” kata Kepala Penkumkum Kejaksaan Agung. Kantor, Leonard Eber Ezer Simanjuntak, Jumat (17/9/2021).

Read More

Tauhidi merupakan buronan dari Kejari Garut berdasarkan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 669 K/Pid.Sus/2007 tanggal 5 September 2007. Tauhidi dikatakan telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau badan usaha yang dapat merugikan keuangan negara dalam rangka Peningkatan Sarana dan Prasarana Usaha Kelautan Tahun Anggaran 2005 di lingkungan Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat.

Tauhidi membuat Balai Pelelangan Ikan (PPI) Cilauteureun, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat pada tahun anggaran 2005.

“Dengan nilai kontrak Rp 1.190.572 ribu,” katanya.

Leonard mengatakan, dalam hal ini PT Satia Nugraha Mulya dengan Direktur M Taufiq mendapatkan pekerjaan tersebut kemudian memberikan kuasa kepada terpidana Tauhidi sebagai pelaksana pekerjaan tersebut.

Tauhidi terbukti bersalah melakukan konstruksi yang tidak sesuai, dan tidak melaksanakan kewajibannya untuk memperbaiki kerusakan bangunan revetment selama masa pemeliharaan.

Kerugian keuangan negara Rp 597.503.049

Namun, Tauhidi selaku pelaksana melalui M Taufiq selaku Direktur PT Satia Nugraha Mulya telah menerima pembayaran sebesar Rp 1.009.496.821.

“Akibat perbuatan terpidana Tauhidi bersama M Taufiq itu merugikan keuangan negara atau daerah sebesar Rp 597.503.049,” katanya.

Tauhidi ditangkap setelah dinyatakan buron. Ia dinyatakan buron karena sering mangkir atau lalai memenuhi panggilan Kejari Garut. Tauhidi akan dieksekusi di Rutan Kelas II B Negara Garut.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250