Kedai Kopi Tulungagung Ini Sajikan Kopi Untuk Tamu Diplomasi Di KBRI Malaysia

  • Whatsapp
Kedai Kopi Kosim dipilih untuk menyajikan kopi lokal Indonesia di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia. Tidak banyak yang tahu bahwa kedai kopi asal Tulungagung ini berawal dari nol.
banner 300x250

Havana88 –   Kedai Kopi Kosim dipilih untuk menyajikan kopi lokal Indonesia di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia. Tidak banyak yang tahu bahwa kedai kopi asal Tulungagung ini berawal dari nol.

Adalah Gautama Sastra Waskita atau akrab disapa Tama, pemilik warung kopi Kosim. Tama memulai bisnis kedai kopi ini sejak tahun 2015. Kedai kopi ini dimulai setelah Tama memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya.

Read More

Melalui tayangan di channel YouTube Breaking Eggs (12/8) Tama menjelaskan bisnis kedai kopi ini. Kopi Kosim adalah singkatan dari Kopi Siang Malam, istri Tama yang memberi nama ini. Siapa sangka, kedai kopi kecil ini nantinya menjadi kedai kopi bergengsi di Tulungagung.

Pada tahun 2015, Tama memulai bisnis ini dengan modal Rp 28 juta. Saat itu kedai kopi di Tulungagung belum banyak sehingga Tama sangat agresif dalam melakukan strategi pemasaran agar banyak orang yang mengetahui tentang kedai kopi miliknya.

Setelah berjalan kurang lebih 3 tahun, Kosim Coffee Shop telah mencapai titik puncaknya. Salah satu barista berhasil memenangkan kompetisi seduh kopi tingkat Provinsi Jawa Timur. Selain itu, Kosim Coffee Shop juga diundang untuk menyajikan kopi bagi tamu diplomatik di KBRI Kuala Lumpur Malaysia.

“2018 di puncak kejayaannya, kami meraih juara 1 lomba barista Jawa Timur. Kemudian kami diajak menyajikan kopi untuk tamu diplomatik. Saat itu ada 6 kedai kopi di Indonesia yang melayani tamu diplomatik di KBRI Kuala Lumpur pada Hari Kemerdekaan Indonesia 2018,” kata Tama. .

Tama memiliki pendidikan dasar di dunia F&B dan perhotelan. Namun soal kopi, ia baru mulai belajar saat ingin membuka kedai kopi. Tujuan memilih bisnis kopi lokal Indonesia adalah untuk dapat memperkenalkan kopi Indonesia kepada masyarakat luas.

“Saya ingin menyebarkan rasa cinta tanah air melalui kopi lokal,” kata Tama.

Sebelum mendirikan kedai kopi ini, Tama telah bekerja untuk posisi bergengsi. Sebelumnya beliau bekerja sebagai Head of Marketing di salah satu universitas swasta internasional di Bekasi. Gajinya yang tinggi dengan fasilitas yang terjamin tidak membuat Tama berpuas diri, ia hanya ingin lebih mengembangkan minatnya.

“Dulu saya dibayar dolar, saya mendapat supir dan mobil dinas, rumah dinas, fasilitas terjamin. Tapi saya merasa hanya akan terjebak di posisi ini. Saya coba bakar kapal, saya pasrah untuk memajukan diri, bukan mengundurkan diri. ,” kata Tama.

Meski mendapat penolakan besar dari orang tua dan istrinya, Tama tetap saja mengundurkan diri dan mendirikan kedai kopi.

“Penolakan dari orang tua, istri, keluarga karena menganggap posisinya cukup baik. Saya juga pernah terlilit utang lebih dari 1 miliar,” kata Tama.

Bisnis kedai kopinya juga tidak selalu mulus. Saat pandemi melanda Indonesia pada 2020, bisnis Tama juga terkena imbasnya. Pendapatan kedai kopinya turun 80 persen tetapi dia memutar otak untuk tetap bertahan.

“Bagaimana kita bisa bertahan di angka 20 persen ini. Akhirnya memutar otak untuk mengubah sistem penjualan brewing menjadi menjual minuman siap minum. Alhamdulillah kita bisa bertahan, dan sekarang ada Kosim Express Coffee,” lanjut Tama.

Tama percaya jika masyarakat Indonesia mengenal kopi lokal dan sering menikmatinya, kopi Indonesia bisa maju dan semakin terkenal. “Lebih banyak menyeduh, kurang sedih,” pungkas Tama.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250