Kedai Kopi Di Tasikmalaya Bebas Dari Lembaga Pemasyarakatan

  • Whatsapp
Pemilik warung kopi di Tasikmalaya, Asep Lutfi Suparman (ALS), dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan Tasikmalaya setelah menjalani hukuman 3 hari penjara
banner 300x250

Havana88 –  Pemilik warung kopi di Tasikmalaya, Asep Lutfi Suparman (ALS), dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan Tasikmalaya setelah menjalani hukuman 3 hari penjara. ALS memilih menjalani hukuman penjara daripada membayar denda Rp 5 juta karena melanggar aturan PPKM Darurat.

Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya Davy Bartian mengatakan, penerimaan dan pelepasan ALS dilakukan sesuai dengan mekanisme dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Read More

“Pembebasan yang bersangkutan hari ini sudah melalui prosedur dan administrasi sehingga yang bersangkutan bisa dibebaskan tepat waktu yaitu pukul 08.00 WIB,” kata Davy.

Saat dilepas, ALS yang dijemput kedua orang tua dan kerabat terdekat mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan PPKM Darurat yang berlaku.

“Saya hanya berpesan kepada masyarakat, lebih baik ikuti aturan PPKM Darurat, jangan seperti saya. Soalnya aturan darurat ini untuk kepentingan banyak orang, seluruh masyarakat, dalam menekan penyebaran. COVID-19,” kata ALS.

ALS juga mengaku selama tiga hari berada di Lapas Tasikmalaya, semua petugas memperlakukannya dengan baik. Menurutnya, ke depannya akan kembali mengelola usahanya, tentunya dengan mematuhi aturan yang berlaku dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Sementara itu, ayah ALS, Agus Suparman, mengatakan pihaknya menghormati proses penegakan hukum yang dilakukan putranya.

“Kami sangat memahami bahwa Lapas menjalankan tugasnya sesuai aturan dan kami sangat menghormati dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil,” ujarnya.

Sebelumnya, ALS dinyatakan bersalah melanggar Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. Ia divonis kurungan karena tempat usahanya tidak mematuhi aturan PPKM di masa pandemi.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250