Kasus Pungutan Liar Terhadap Sopir Angkutan Barang Di Pasar Caringin Bandung Terungkap

  • Whatsapp
Kasus pungutan liar (pungutan liar) terhadap pengemudi angkutan barang di Pasar Caringin Bandung terungkap. Polisi menyebut pemerasan itu sudah berlangsung lama.
banner 300x250

Havana88 –   Kasus pungutan liar (pungutan liar) terhadap pengemudi angkutan barang di Pasar Caringin Bandung terungkap. Polisi menyebut pemerasan itu sudah berlangsung lama.

“Kegiatan ini sudah berlangsung lama, namun masih akan kami koordinasikan kembali,” kata Wakapolres Bandung AKBP M Yoris Maulana di Mapolres Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (16/8/2021). ).

Meski begitu, Yoris mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Sejauh ini, 12 orang, termasuk petugas polisi, telah ditangkap.

Menurut Yoris, pihaknya juga sedang mendalami apakah ada unsur pidana dalam pemerasan tersebut. Termasuk kebijakan pengelola mengenai besaran biaya yang dibebankan kepada pengemudi.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan juga akan mengambil langkah untuk menyelidiki apakah uang ini memang terkait dengan tindak pidana atau apakah penarikan uang ini sudah sesuai aturan,” katanya.

“Perlu dicatat bahwa berdasarkan peraturan, setiap angkutan parkir memang paling banyak Rp 20 ribu, tapi pengelola sudah mengambil kebijakan untuk truk yang masuk, yang besar Rp 415 ribu,” tambah Yoris.

Yoris menambahkan, dari hasil mengamankan sejumlah orang, pihaknya juga menemukan sejumlah uang dari posko tersebut. Namun, uang tersebut masih dalam penyelidikan.

“Kami masih menghitung, aksi ini dilakukan sejak tadi malam hingga pukul 2 dini hari,” katanya.

Kasus pungutan liar (pungutan liar) terhadap pengemudi angkutan barang di Pasar Caringin Bandung terungkap. Polisi menyebut pemerasan itu sudah berlangsung lama.
“Kegiatan ini sudah berlangsung lama, namun masih akan kami koordinasikan kembali,” kata Wakapolres Bandung AKBP M Yoris Maulana di Mapolres Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (16/8/2021). ).

Meski begitu, Yoris mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Sejauh ini, 12 orang, termasuk petugas polisi, telah ditangkap.

Menurut Yoris, pihaknya juga sedang mendalami apakah ada unsur pidana dalam pemerasan tersebut. Termasuk kebijakan pengelola mengenai besaran biaya yang dibebankan kepada pengemudi.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan juga akan mengambil langkah untuk menyelidiki apakah uang ini memang terkait dengan tindak pidana atau apakah penarikan uang ini sudah sesuai aturan,” katanya.

“Perlu dicatat bahwa berdasarkan peraturan, setiap angkutan parkir memang paling banyak Rp 20 ribu, tapi pengelola sudah mengambil kebijakan untuk truk yang masuk, yang besar Rp 415 ribu,” tambah Yoris.

Yoris menambahkan, dari hasil mengamankan sejumlah orang, pihaknya juga menemukan sejumlah uang dari posko tersebut. Namun, uang tersebut masih dalam penyelidikan.

“Kami masih menghitung, aksi ini dilakukan sejak tadi malam hingga pukul 2 dini hari,” katanya.

Seperti diketahui, sopir peti kemas barang itu mengaku menjadi korban pungutan liar di Pasar Caringin, Bandung. Informasi tentang pungutan liar itu terungkap dari seseorang yang mengaku sebagai pengemudi peti kemas. Melalui media sosial Facebook, akun bernama Angga Dinata membagikan pengalamannya menjadi korban pemerasan hingga Rp. 1 juta keluar masuk Pasar Caringin.

Bahkan dalam unggahan viral tersebut diketahui juga ada oknum polisi berseragam cokelat yang diduga terlibat pemerasan di Pasar Caringin.

Pemilik akun mengaku awalnya masuk Pasar Caringin lewat pintu satu dan diminta parkir Rp 415 ribu.

“Masuk kedua diminta lagi (Rp 270 ribu),” kata pemilik akun dalam tangkapan layar unggahan viral di media sosial.

Pemilik akun juga mengatakan bahwa seorang polisi berseragam coklat juga meminta uang. Orang tersebut dikatakan sebagai pemilik rekening, meminta uang Rp. 100 ribu.

“Saya sempat adu mulut. Tapi dia mau pegang STNK mobilnya. Mau enggak mau, saya yang punya bengkel. Dia dikasih (Rp) 100 ribu,” ujarnya.

Biaya tidak berhenti di situ. Ia pun mengaku, saat hendak meninggalkan Pasar Caringin, ia kembali didatangi oleh seseorang yang mengaku sebagai satpam Pasar Caringin yang juga meminta uang Rp. 50 ribu.

“Semua pengeluaran hampir (Rp) 1 juta untuk masuk ke pasar. Silakan diselidiki,” katanya.

Dalam unggahannya, ia juga meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turun tangan. Dia meminta kasusnya diselidiki.

“Bukan saya saja yang tertabrak, yang lain juga terkena. Saya mewakili para pebalap lain yang masuk ke pasar,” ujarnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250