Jokowi Sebut Jika Prokes Diabaikan, Tambahan RS Tak Akan Cukup

  • Whatsapp
Jokowi Sebut Jika Prokes Diabaikan, Tambahan RS Tak Akan Cukup
banner 300x250

Havana88 – Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa sebanyak apapun rumah sakit, tidak akan pernah cukup untuk menghadapi pandemi Covid-19 selama protokol kesehatan tidak dijalankan dengan disiplin. Demikian pernyataan Jokowi dalam Rapat Terbatas yang ditegaskan kembali oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS).

Budi usai rapat terbatas dengan Jokowi, yang disiarkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (16/7), mengungkapkan bahwa pihaknya ingin memastikan, berapa pun rumah sakit yang pihaknya tambahkan, tidak akan pernah cukup jika kita tidak memperketat sisi hulu.

Read More

Atas dasar itu, kata dia, Jokowi memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga untuk kembali mengkampanyekan protokol kesehatan. Pejabat pemerintah diminta bekerja sama dengan media massa untuk menyebarkan pesan tersebut.

Budi menuturkan bahwa Jokowi ingin memastikan penerapan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan harus diperketat.

Pada saat yang sama, pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Budi mengatakan pemerintah telah mengoperasikan Wisma Haji Pondok Gede untuk menampung 1.000 pasien Covid-19.

Di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta 300 tempat tidur juga ditambahkan untuk pasien Covid-19 oleh Pemerintah. RS Pertamina juga sudah disiapkan untuk menampung pasien Covid-19 dengan kapasitas sekitar 300-500 tempat tidur.

“Bekerjasama dengan Kementerian PUPR, kami telah mengunjungi Bandung dan Jawa Tengah dan mengidentifikasi beberapa tempat untuk pembangunan rumah sakit lapangan untuk menyediakan tempat tidur tambahan,” kata mantan Wakil Menteri BUMN itu.

Sebelumnya, Indonesia mengalami krisis ranjang rumah sakit menyusul lonjakan kasus Covid-19. Peningkatan kasus Covid-19 terjadi pasca libur panjang Idul Fitri dan munculnya varian baru virus Corona.

Pekan ini, seluruh provinsi di Pulau Jawa memiliki tingkat hunian tempat tidur rumah sakit (BOR) di atas 80 persen. Di Jawa dan Bali, empat dari tujuh provinsi juga mengalami peningkatan BOR.

Bali merupakan daerah dengan lonjakan BOR tertinggi, naik dari 48,01 persen menjadi 64,42 persen. Kemudian ada Banten (90,77 persen menjadi 91,14 persen), kemudian di D.I. Yogyakarta (88,96 persen menjadi 90,72 persen), serta di Jawa Timur (80,70 persen menjadi 82,37 persen).

Tiga provinsi yang mengalami adanya penurunan BOR yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. BOR DKI Jakarta pekan lalu turun dari 89,47 persen menjadi 85,91 persen, Jawa Barat turun dari 89,48 persen menjadi 86,66 persen, dan Jawa Tengah turun dari 86,78 persen menjadi 83,45 persen.

Sementara itu, di tempat terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam pertemuan tersebut melaporkan bahwa Jokowi telah memutuskan untuk memperpanjang masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) hingga akhir Juli.

Sebelumnya, pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali dilaksanakan pada 3-20 Juli 2021. Sebelumnya, rapat terbatas kabinet yang saya hadiri saat berada di Sukoharjo sudah diputuskan Presiden, dilanjutkan hingga akhir Juli PPKM ini,” kata Muhadjir di University Club Hotel ( UC) UGM, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat.

Sebagai catatan bahwa update kasus Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami peningkatan dan juga memecahkan rekor harian di Indonesia.

Harian positif Covid-19 hingga Kamis (15/7) bertambah 56.757 kasus.

Sementara itu, kasus sembuh per hari bertambah sebanyak 19.049 orang, maka dari itu, total menjadi 2.176.412 orang sembuh.

Selain itu, kasus meninggal bertambah 982, sehingga kasus kumulatif menjadi 70.192 orang. Satgas juga menyebutkan ada penambahan harian. kasus aktif 36.726, sehingga total awalnya tercapai 480.199 kasus.

Sedangkan jumlah tersangka sebanyak 209.186 orang dan pemeriksaan spesimen sebanyak 249 orang.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250