Jatohnya Pesawat Sriwijaya di Kepulauan Seribu, Nelayan Lihat Ledakan Jatuh ke Laut

  • Whatsapp
Sriwijaya Air
banner 300x250

Havana88detik – Seorang nelayan asal Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Solihin mengaku melihat ledakan pesawat niaga Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (8/1).

Kejadian itu, kata Solihin, terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Solihin mengatakan bahwa saat itu dia akan melaut.

Read More

Dia naik bubu, alat tangkap tradisional, belum lama ini dan melihat ledakan di langit. Setelah ledakan, dia melihat api turun ke laut.

“Kebetulan posisi saya sedang menarik jebakan, kemudian saya mengalami ledakan di depan saya tidak lama kemudian setelah 15 menit, dari atas ada serpihan api yang jatuh tepat di bawah air, langsung ada ledakan air dari bawah menyembur ke atas , ”ujarnya di CNN Indonesia TV, Sabtu. (8/1).

Menurut dia, saat api dari pesawat jatuh ke laut, terjadi ledakan seperti bom dari bawah permukaan laut.

Ia juga mengatakan, lokasinya yang terkena ledakan hanya berjarak sekitar 14 meter. Sehingga pada saat terjadi ledakan di laut, ombak yang mengguncang bergelembung.

“Jaraknya sekitar 14 meter [lokasi], dari atas saat air mencapai itu [nyala api] langsung seperti bagaimana jika bom jatuh di bawah air, ada ledakan di dalam air. Bubu saya hampir terkena serpihan ledakannya, “jelasnya.

Diketahui, pesawat niaga Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak, Sabtu (9/1). Manajer Branch Communication Haerul Anwar PT Angkasa Pura II membenarkan bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak.

Kementerian Perhubungan telah memastikan pesawat Sriwijaya Air SJY 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada pukul 14.40 WIB, Sabtu (9/1). Saat ini Kementerian Perhubungan masih melakukan penyelidikan.

“Pesawat Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak hilang kontak dengan call sign SJY 182. Kontak terakhir dilakukan pada pukul 14.40 WIB,” kata juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati kepada CNNIndonesia.com.

Penyelidikan kehilangan kontak dilakukan dengan Badan SAR Nasional dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

banner 300x250

Related posts

banner 300x250