Jakpro: Biaya Sponsorship untuk Bangun Infrastruktur Formula E

  • Whatsapp
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Widi Amanasto menegaskan biaya pelaksanaan Formula E tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI. Rencana biaya akan diperoleh dari sponsor atau iklan.
banner 300x250

Havana88- Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Widi Amanasto menegaskan biaya pelaksanaan Formula E tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI. Rencana biaya akan diperoleh dari sponsor atau iklan.

Untuk setiap tahun penyelenggaraan Formula E, DKI harus mengeluarkan anggaran Rp 150 miliar. Biaya ini belum termasuk dalam biaya komitmen atau biaya komitmen sebesar Rp 560 miliar.

Read More

Widi menyebutkan, biaya Rp 150 miliar itu merupakan perkiraan anggaran untuk satu hari pelaksanaan.

“Tentang kalau kita dapat sponsor besar, lalu kita dapat Rp 300 miliar, selanjutnya kita bisa membuat acara tambahan dengan tambahan pre-event. Tapi kalau kita dapat Rp 150 miliar ya cukup untuk acara hari H.” kata Widi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (6/9/2021).

Nantinya, kata dia, biaya dari sponsor sebesar Rp 150 miliar akan digunakan untuk infrastruktur. Mulai dari jalur aspal hingga batas jalan.

Sementara itu, commitment fee dibayarkan tiga kali untuk pengiriman kru, mobil, panggung, hingga grand stand.

“Broadcating sudah termasuk biaya komitmen. Dia menghasilkan £ 2 juta, jadi untuk mengambil gambar menggunakan drone, biayanya 2 juta, itu ada di dalamnya. Termasuk mengambil gambar itu juga,” katanya.

Widi optimistis pelaksanaan Formula E akan berjalan dan mendapat persetujuan dari DPRD DKI. Sebab, biaya pelaksanaannya tidak membebankan APBD.

“Insya Allah ada keyakinan (cukup waktu untuk pelaksanaannya), saya pebisnis, saya bisa,” jelasnya.

Jangan Pakai APBD DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyatakan tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam pelaksanaan Formula E pada 2022, 2023, dan 2024.

Hal itu berdasarkan dokumen yang diunggah di website PPID. Dokumen tersebut menyebutkan DKI Jakarta akan dikenakan biaya komitmen sebesar Rp 560 miliar.

Biaya tersebut digunakan selama penyelenggaraan Formula E di Jakarta dan telah dibayarkan sebelum pandemi 2020.

“Anggaran yang dibayarkan Pemprov DKI hanya biaya komitmen awal yang telah dibayarkan pada 2019, kemudian Jakpro akan melaksanakan murni B to B (business to business) melalui sponsorship,” bunyi dokumen tersebut.

Sedangkan biaya pelaksanaan per tahun dikenakan anggaran sebesar Rp. 150 miliar. Nantinya biaya tersebut tidak akan menggunakan APBD.

“Tidak akan dibiayai oleh APBD, tetapi akan bersumber dari sponsorship yang akan dilakukan oleh Jakpro,” lanjutnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250