Jadi Guru Besar Unsoed, Jaksa Agung Soroti Penegakan Hukum Berdasarkan Hati Nurani

  • Whatsapp
Jaksa Agung ST Burhanuddin Dilantik sebagai Guru Besar Tidak Tetap di Universitas Jenderal Sudirman ( Unsoed ). Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan pentingnya penegakan hukum berdasarkan hati nurani.
banner 300x250

Havana88- Jaksa Agung ST Burhanuddin Dilantik sebagai Guru Besar Tidak Tetap di Universitas Jenderal Sudirman ( Unsoed ). Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan pentingnya penegakan hukum berdasarkan hati nurani.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap semua penegakan hukum yang berkembang di Indonesia. Sudah beberapa kali terjadi peristiwa penegakan hukum yang melukai rasa keadilan masyarakat,” kata Burhanuddin di Auditorium Graha Widyatama Unsoed, Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat ( 10/9/2021).

Read More

Menurut Burhanuddin, kejadian-kejadian tersebut sering terjadi ketika suatu tindak pidana menyasar pelaku masyarakat kecil, yang tindakannya dianggap tidak pantas atau tidak adil jika dibawa ke pengadilan.

“Beberapa kasus yang menarik perhatian masyarakat Indonesia, dalam kasus nenek Minah yang dituduh mencuri 3 biji kakao, kemudian dijatuhi hukuman 1 tahun 1 bulan 15 hari dengan masa percobaan 3 bulan. Kasus serupa lainnya adalah kasus kakek Samirin yang divonis 2 bulan bersalah 4 hari penjara karena mencuri getah karet yang harganya sekitar Rp 17.000,” jelasnya.

Ganggu Rasa Keadilan

Dua kasus tersebut, kata Burhanuddin, cukup mengganggu rasa keadilan berbagai pihak. Banyak orang mempertanyakan di mana letak hati nurani aparat penegak hukum, sehingga tega menghukum orang kecil dan tua atas kesalahannya yang dianggap tidak serius.

“Apakah semua tindak pidana harus berakhir di penjara? Apa saja tindakannya dan apakah masih ada keadilan di negeri ini? Kekhawatiran ini perlu ditelaah lebih dalam,” kata Burhanuddin.

Sebuah tujuan hukum dapat dicapai justru dengan menyeimbangkan hukum eksplisit dan implisit,” tegas Burhanuddin.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250