Inilah Hasil yang Telah di Cek Oleh Basarnas Mengenai Tanda SOS

  • Whatsapp
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI
banner 300x250

Havana88detik – Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) menanggapi dengan cepat berita viral terkait tangkapan layar aplikasi Google Maps yang menampilkan ikon SOS di Pulau Male, Kepulauan Seribu. Tim SAR gabungan pun melakukan pengecekan lokasi.

Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman membenarkan tidak ada temuan terkait pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di titik di Pulau Male.

Read More

“Saya konfirmasi dengan anggota (di lapangan) tidak menemukan apa-apa,” kata Rasman di Pos Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Jakarta Utara, Rabu (20/1/2021). .

Rasman mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi terkait aktivitas penangkapan ikan di Pulau Male.

Berdasarkan informasi yang didapat, para nelayan memanfaatkan pulau tak berpenghuni tersebut sebagai tempat berteduh saat berlayar di Kepulauan Seribu.

“Biasanya kalau cuaca tidak bagus, nelayan akan berteduh di sana. Perahu dinaikkan. Mungkin ya, dia main hp atau yang lainnya, ya bisa.

Heboh di media sosial

Sebelumnya diberitakan, media sosial dihebohkan dengan beredarnya screenshot aplikasi google maps yang menampilkan ikon SOS di Pulau Male, Kepulauan Seribu. Basarnas mengatakan akan menyisir ke titik itu.

“Nanti akan kami periksa sesuai informasi yang diberikan sebelumnya,” kata Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Jakarta Utara, Rabu (20/1/2021).

Saat ditanya kemungkinan diberikannya tanda SOS oleh korban penerbangan Sriwijaya Air SJ 182 jurusan Jakarta-Pontianak, Rasman mengatakan, pihaknya tidak mau memikirkan sebelum melakukan pengecekan.

Padahal, hingga saat ini belum ada informasi yang menyebutkan ada penumpang yang selamat dari kecelakaan pesawat pada Sabtu 9 Januari 2021 tersebut.

“Jadi untuk tanda SOSnya akan kita coba eksplorasi nanti. Saya tidak mau berspekulasi tentang apa saja yang ada,” kata Rasman.

Rasman menduga, tanda SOS itu berasal dari tim SAR yang mendirikan posko di sekitar Kepulauan Seribu. Ia menjelaskan, ada tim selam yang mendirikan posko di Pulau Lancang, Pulau Laki, dan Tanjung Kait.

Salah satu tujuannya untuk memudahkan pencarian korban dan puing pesawat. “Tapi bisa jadi ada juga teman kita di sana. Tapi saya tidak mau berspekulasi. Nanti kita cek,” kata Rasman.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250