IDI Ajak Warga Percepat Vaksinasi Dan Lawan Disinformasi

  • Whatsapp
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengajak seluruh anggotanya dan masyarakat luas untuk melawan infodemik. Dokter, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas juga diajak untuk memulai inisiatif sebagai salah satu cara untuk memulai pandemi COVID-19.
banner 300x250

Havana88 –  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengajak seluruh anggotanya dan masyarakat luas untuk melawan infodemik. Dokter, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas juga diajak untuk memulai inisiatif sebagai salah satu cara untuk memulai pandemi COVID-19.

Ketua Dewan Pengurus IDI terpilih, dr. Adib Khumaidi Sp.OT mengatakan, salah satu program utama PB IDI adalah pemberantasan disinformasi terkait COVID-19 dan vaksinasi. Demikian disampaikan dalam webinar ‘Perkembangan Terbaru Vaksin Covid-19 di Indonesia’ yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, PB IDI, dan KPC PEN.

Read More

“Respon dari masyarakat cukup luar biasa,” katanya dalam keterangannya.

dr. Adib mengatakan untuk mengatasi pandemi bukan hanya disinformasi. Belajar dari pengalaman beberapa bulan lalu, masih perlu persiapan untuk menghadapi kasus-kasus. Bentuknya antara lain menyediakan area yang sesuai dengan konsep dan sistem isolasi terpantau.

Penting juga untuk selalu mengajak semua orang untuk menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, tidak kalah pentingnya untuk memastikan penyebaran vaksin secara merata di seluruh Indonesia. Tidak hanya tersedia, tempat vaksinasi juga harus lebih dekat dengan masyarakat.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi M. Epid mengatakan, vaksin terus diimpor dan dikirim ke seluruh Indonesia. Untuk pengiriman, ada beberapa pertimbangan teknis dalam proses distribusi.

Namun, bukan berarti distribusinya tidak menjangkau berbagai wilayah di Indonesia. Upaya ini perlu dengan terus mengajak masyarakat untuk mau divaksinasi. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara menyimpan jenis vaksin tertentu dalam proses pendistribusiannya.

Beberapa vaksin yang dipesan, seperti Pfizer dan Moderna, harus disimpan dalam suhu beku yang ekstrim. Jika tidak, vaksin akan rusak dan berkurang kualitas dan khasiatnya. Terkait khasiat vaksin, semua vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia telah diuji kualitas dan khasiatnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

Meski begitu, Ketua Komisi KIPI Nasional, Prof Hinky Hindra Irawan Satari mengatakan memang ada laporan dampak pasca vaksinasi. Namun, data dari Komnas KIPI menunjukkan bahwa sebagian atau 60 persen dari laporan tersebut dipicu hanya oleh kecemasan.

Vaksinasi juga bukan hal baru di Indonesia dan pengetahuan tentangnya terus berkembang. Misalnya, di masa lalu sebaiknya untuk memberikan obat penurun panas sebelum vaksinasi. Kemudian, rekomendasikan itu menjadi hanya jika ada gejala.

“Jadi kalau tidak ada gejala sebaiknya tidak diberikan pereda,” kata Prof Hindra.

Hal senada disampaikan Ketua Tim Advokasi Vaksinasi COVID-19 PB ID Prof Iris Rengganis. Sejak lama, berbagai vaksin telah dikenal. Bahkan, beberapa jenis vaksin harus diulang secara berkala karena mutasi virus terus berlanjut.

hasil, diperlukan vaksin baru yang lebih efektif. Hal ini antara lain terjadi pada influenza. Ia juga mengajak tenaga kesehatan untuk selalu mendorong program vaksinasi. Saat ini, semua vaksin yang telah beredar diuji keamanannya. Oleh karena itu, tidak perlu menunggu merek tertentu untuk menunda vaksinasi.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250