Hukuman Penjara Kepada Anggota TNI Yang Terbukti Melakukan Hubungan Sesama Jenis

  • Whatsapp
Pengadilan Militer terus memecat dan menghukum anggota TNI yang diketahui memiliki hubungan sesama jenis atau homoseksual. Kali ini hukuman dijatuhkan kepada anggota TNI di Kalimantan Utara (Kaltara).
banner 300x250

Havana88 –  Pengadilan Militer terus memecat dan menghukum anggota TNI yang diketahui memiliki hubungan sesama jenis atau homoseksual. Kali ini hukuman dijatuhkan kepada anggota TNI di Kalimantan Utara (Kaltara).

Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Militer 1-07 Balikpapan yang dilansir situs Mahkamah Agung (MA), Minggu (1/8/2021). Pelaku awalnya bertemu dengan sesama anggota TNI di Instagram pada September 2020. Keduanya kemudian saling bertukar dan mengobrol.

Dari perkenalan itu, mereka akhirnya berlibur bersama di Pulau Derawan. Namun karena satu atau dua alasan, keduanya memutuskan untuk menginap di sebuah hotel di Tarakan.

Akhirnya mereka melakukan hubungan homoseksual di kamar hotel. Perbuatan asusila tersebut diketahui oleh intelijen dan akhirnya pelaku diadili di depan pengadilan militer.

“Terdakwa memvonis terdakwa 7 bulan penjara. Diputuskan bahwa seluruh waktu Terdakwa dalam tahanan sementara dikurangi dari hukuman yang dijatuhkan,” kata ketua majelis, Letkol Mustofa, dengan anggota Letkol. Setyanto Hutomo dan Letkol Yudi Pranoto Atmojo.

Majelis menilai para pelaku terbukti dengan sengaja melanggar perintah resmi. Dimana pimpinan pelaku menyampaikan dan menekankan larangan perbuatan asusila sesama jenis atau melakukan perilaku seksual menyimpang (LGBT), termasuk homoseksualitas, lesbianisme dan perbuatan asusila dengan keluarga besar TNI.

“Terdakwa pada waktu itu juga mengikuti dan mendengarkan secara langsung sehingga mengetahui dan memahami larangan tersebut dengan baik. Namun demikian, Terdakwa tetap melakukannya sehingga perbuatan Terdakwa dikategorikan sebagai pembangkangan, atau dengan kata lain suatu perbuatan yang dengan sengaja tidak menaati suatu perintah. perintah resmi,” kata panel.

Majelis menyatakan bahwa pelaku pernah melakukan hubungan sesama jenis, padahal Terdakwa mengetahui betul bahwa perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang dilarang keras dan bertentangan dengan norma yang berlaku. Baik itu norma agama, norma yang berlaku di masyarakat umum, maupun norma yang berlaku khusus di lingkungan TNI.

“Pada hakikatnya perbuatan Terdakwa terjadi dimulai dari perkenalannya dengan saksi 2 melalui media instagram, kemudian berlanjut berhubungan seks dengan laki-laki (sesama jenis kelamin), merupakan perbuatan yang sangat tercela dan dilarang keras oleh prajurit TNI, namun hal tersebut tetap sedang dilakukan oleh Tergugat. Hal ini menunjukkan bahwa Terdakwa adalah seorang prajurit yang memiliki sikap dan akhlak yang buruk,” jelas majelis.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250