History Singkat Film Zack Snyder’s Justice League

  • Whatsapp
Review film Zack Snyder's Justice League
banner 300x250

Havana88detik – Tidak ada yang spesial dari Justice League milik Zack Snyder. Film yang berdurasi hampir empat jam ini ternyata tidak semenarik promo yang dilakukan studio beberapa bulan terakhir ini.

Saya juga merasa sulit untuk mengatakan Justice League karya Zack Snyder adalah film yang bagus, tetapi juga tidak bisa dikatakan buruk. Kata yang tepat itu biasa, atau sangat biasa.

Read More

Garis besar cerita film ini sama dengan Justice League versi reguler yang rilis pada tahun 2017. Dimana Bruce Wayne alias Batman mencoba membentuk sekelompok superhero untuk bersiap menghadapi ancaman.

Tentu saja rencana tersebut tidak berjalan mulus seperti prediksi Bruce sebelumnya. Ia beberapa kali ditolak mentah-mentah oleh sejumlah superhero, namun ada juga yang menerima tawaran Bruce dengan mudah.

Perbedaan paling jelas dari film ini terletak pada penambahan dan pengurangan adegan dari Justice League reguler. Perbedaan sudah terasa dari pembukaan dengan adegan berbeda, pembukaan Justice League milik Zack Snyder lebih berurutan dan tidak menggelitik.

Begitu juga dengan beberapa background story scene para superhero yang direkrut Batman, yaitu Aquaman, The Flash, dan Cyborg. Adegan latar belakang cerita mereka dalam film ini lebih banyak daripada Justice League biasa.

Sayangnya, penambahan adegan cerita latar ini sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah karena mayoritas superhero punya film solo. Penonton nantinya akan memahami asal-usulnya tanpa harus menjelaskannya di film ini.

Jika tidak dijelaskan, cerita latar superhero tidak menjadi masalah. Hal tersebut justru membuat para penonton penasaran dan tertarik untuk menonton film solo dari para super hero tersebut.

Boro-Boro memberikan kejutan, background adegan cerita yang membosankan. Snyder seakan ingin memasukkan semua adegan yang tidak ada di film biasa hanya untuk menghadirkan perbedaan dan tampil keren.

Pada akhirnya semua adegan perkenalan itu tidak spesial bagi penonton, apalagi bagi mereka yang sudah menunggu-nunggu karena ‘termakan’ oleh promo. Justice League karya Zack Snyder seperti film berdurasi empat jam yang membosankan.

Hal tersebut diperparah dengan minimnya motivasi eksplorasi dari karakter antagonis bernama Steppenwolf yang merampok Mother Box dan berniat menghancurkan bumi. Motivasi Steppenwolf terasa berat, Snyder terlalu sibuk membahas apa itu Mother Boxes, yang sebenarnya bisa dijelaskan secara singkat.

Padahal menurut saya, eksplorasi motivasi Steppenwolf dalam film ini akan menjadi nilai tambah dan membuat film tersebut semakin menarik. Steppenwolf akan terlihat sebagai karakter yang lengkap, bukan sekedar karakter patch, dan membuat cerita yang lengkap.

Terutama di Justice League motivasi Steppenwolf juga tidak dieksplorasi dengan baik. Snyder harus bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, sekaligus memiliki kebebasan untuk menyusun adegan demi adegan menjadi sebuah film.

Beruntung, di pertengahan dan akhir film ada sedikit penjelasan tentang otak di balik serangan Steppenwolf. Penjelasannya menyelamatkan film yang membosankan ini karena menarik dan juga memukau.

Dengan adanya penjelasan tersebut, penonton sudah bisa menebak apa yang akan terjadi di film DC Extended Universe (DCEU) ke depan. Baik film solo superhero maupun film yang berisi kelompok superhero seperti Justice League.

Sekali lagi, beruntung Snyder memberikan sedikit penjelasan tentang otak-otak di balik serangan Steppenwolf. Jika tidak, maka Justice League Zack Snyder akan menjadi film yang buruk seperti Justice League biasa.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250