Hidup di Masa Online-Offline, Mahasiswa dan Pelajar Diajarkan Identifikasi Berita Hoaks

  • Whatsapp
Sebanyak 500 siswa SMK Universitas Indonesia (UI) dan siswa SMAN 21 Jakarta diajari cara mengidentifikasi berita hoaks melalui Zoom dan YouTube, Minggu (10/10/2021). Pelatihan berlangsung secara online.
banner 300x250

Havana88- Sebanyak 500 siswa SMK Universitas Indonesia (UI) dan siswa SMAN 21 Jakarta diajari cara mengidentifikasi berita hoaks melalui Zoom dan YouTube, Minggu (10/10/2021). Pelatihan berlangsung secara online.

“Kegiatan ini semakin dibutuhkan sejak pandemi, karena masyarakat harus hidup dalam ‘dua ranah’, yaitu offline dan online,” kata Dosen Vokasi Humas UI Devie Rahmawati.

Read More

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), jumlah hoaks yang tersebar sejak Agustus 2018 hingga 30 September 2021 sebanyak 9.025 hoaks.

Di mana yang tertinggi kategori hoaks kesehatan 1893; pemerintah 1176; disusul politik 1265 isu, kata Devie.

Temuan isu seputar Covid-19 diketahui sejak Januari hingga 4 Oktober 2021. Ada 1.929 isu, di mana Facebook menjadi media sosial penyebar hoax tertinggi, disusul Instagram dan Twitter.

Davie mengatakan penyebaran hoaks tidak bisa diabaikan, mengingat setidaknya ada tiga dampak hoaks, yaitu Keresahan Sosial, Konflik Politik, dan Kerugian Ekonomi. Ia pun memberikan sejumlah contoh kasus hoax.

“Misalnya, serangan di Yahukimo, Papua, yang baru-baru ini disebabkan oleh hoaks di Jakarta; pada 2019, hoaks politik menewaskan 8 orang dalam kerusuhan 22 Mei, yang melibatkan lebih dari 400 perusuh; sedangkan hoaks ekonomi, yaitu investasi penipuan yang didistribusikan melalui online, menurut data OJK, terbukti merugikan keuangan masyarakat lebih dari Rp 100 triliun dalam kurun waktu 2011 – 2020,” ujarnya.

Pentingnya Mengidentifikasi Hoax

Sementara itu, pegawai SMK Administrasi Vokasi UI, Mila Viendyasari, mengatakan sangat penting melatih generasi muda untuk mengenali berita hoax. Karena anak muda memiliki kemampuan digital yang luas.

“Di sinilah kami menilai bahwa kemampuan masyarakat diperlukan untuk dapat mengidentifikasi apakah informasi yang diterima dapat dipertanggungjawabkan atau hoax. Anak muda menjadi sasaran strategis, karena mereka memiliki digital skill terkini, sehingga akan lebih mudah untuk mengetahuinya. transfer ilmu tambahan tentang pengecekan fakta dan berita,” kata Mila.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250