Gita Savitri Viral Karena Komentar Soal Pernikahan Childfree

  • Whatsapp
YouTuber dan penulis buku Gita Savitri menarik perhatian netizen setelah komentarnya tentang childfree di unggahan Instagram Story.
banner 300x250

Havana88 –   YouTuber dan penulis buku Gita Savitri menarik perhatian netizen setelah komentarnya tentang childfree di unggahan Instagram Story. Apa itu bebas anak?

Gita Savitri atau akrab disapa Gitasav di media sosial, sebenarnya sudah lama membeberkan keputusannya untuk memilih childfree atau tidak memiliki anak setelah menikah. Hal itu terungkap saat dirinya diwawancarai psikolog Analyzing Widyaningrum untuk konten Chanel Menganalisis YouTube.

Read More

“Jadi sebenarnya aku dan Paul bebas anak, kami memang tidak punya rencana punya anak, kami hanya ingin berdua saja. Mungkin kali ini terlalu ekstrim,” kata penulis buku Range of Stories itu.

Kini pernyataan Gita Savitri tentang keputusannya untuk bebas anak kembali viral. Kali ini karena dia menjawab pertanyaan dari netizen. Dia ditanya bagaimana menghadapi orang-orang yang menentang keputusannya untuk tidak memiliki anak.

“Kalau kamu waras, itu biasa. Kalau kamu tidak waras, mereka yang sudah pergi berpetualang dengan agama, yang sudah “pura-pura idealis, tidak mau” jadi aku menikmati hidup Makin iri deh kalau lihat orang yang belum punya anak tetap bahagia. Karena capek, capek, lesu, dan tersiksa, mereka harus mengasuh anak tapi tidak mau. akui itu sebabnya mereka iri. Jika mereka bahagia dan puas dengan pilihan hidup mereka, yaitu memiliki anak, itu tidak akan mengganggu mereka. Orang yang tidak ingin memiliki anak, “jawaban Gitasav yang kemudian menuai komentar pedas. dari netizen.

Netizen, terutama ibu-ibu yang sudah memiliki anak, tersinggung dengan jawaban Gitasav. Namun di sisi lain ada juga netizen yang membela YouTuber yang kuliah dan tinggal di Jerman bersama suaminya. Menurut pembelanya, komentar pedas Gita ditujukan kepada ibu-ibu yang sering mencemooh keputusannya untuk tidak memiliki anak.

Childfree adalah gaya hidup yang pasangan menikah memilih untuk tidak memiliki anak. Menurut kamus Merriam Webster, kata child-free yang artinya tanpa anak sudah dikenal sejak tahun 1901.

Menulis di Psychology Today, Dr Ellen Walker mengatakan gaya hidup bebas anak telah menjadi tren sejak 2014. Menurut dokter psikologi dari Seattle Pacific University, anak muda saat ini melihat memiliki anak sebagai pilihan, bukan kewajiban. Sehingga mereka tidak lagi merasa bahwa menjadi orang tua adalah tahapan kehidupan yang penting.

Dr. Ellen Walker menyebutkan bahwa salah satu alasan pasangan memilih childfree adalah karena mereka mulai menyadari dampak negatif dari memiliki anak dalam suatu hubungan atau pernikahan. Dr Walker mengutip sebuah penelitian di Inggris yang mengatakan pasangan tanpa anak lebih bahagia dalam hubungan mereka daripada mereka yang memiliki anak. Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa wanita yang memiliki anak kurang puas dengan hubungan atau pasangannya. Dan penelitian yang sama menemukan bahwa ibu menemukan lebih banyak kebahagiaan pada anak-anak mereka daripada pasangan mereka.

Alasan lain orang memilih gaya hidup bebas anak adalah karena populasi dunia yang terus bertambah. Salah satu orang yang menyatakan tidak ingin memiliki anak karena ingin membantu menyelamatkan bumi adalah YouTuber Anna Bogen.

“Saya sama sekali tidak memiliki keinginan untuk mewariskan planet ini kepada seorang anak. Sebuah planet di mana tidak ada sumber daya yang tersisa,” katanya.

Sementara itu, menurut kepala Démographie Responsable (Responsible Demographics), sebuah organisasi yang mempromosikan pengurangan angka kelahiran anak, Denis Garnier, opsi bebas anak menjadi semakin populer dalam 10 tahun terakhir. Menurutnya, keputusan untuk tidak memiliki anak demi menyelamatkan bumi mulai banyak dipilih oleh pasangan.

“Banyak anak muda yang sadar, terima kasih atas publikasi tentang pemanasan global dan publikasi tentang perusakan keanekaragaman hayati,” jelasnya.

Bagaimana dengan Gita Savitri? Istri Paul Andre Partohap ini mengatakan saat diwawancarai psikolog Analyzing Widayaningrum, keputusan untuk tidak memiliki anak sudah dibicarakan dengan suaminya dan bukan sesuatu yang datang tiba-tiba.

“Bagi saya punya anak itu besar. Bagaimana kalau misalnya kita sebagai orang tua tidak bertanggung jawab dan melukai anak kita,” kata Gita Savitri.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250