Eks Pejabat Ditjen Pajak Segera Diadili dalam Korupsi Penurunan Nilai Pajak

  • Whatsapp
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan berkas penyidikan mantan Kasubdit Kerjasama dan Penunjang Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Dadan Ramdani (DR) dalam kasus dugaan korupsi penurunan pajak.
banner 300x250

Havana88- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan berkas penyidikan mantan Kasubdit Kerjasama dan Penunjang Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Dadan Ramdani (DR) dalam kasus dugaan korupsi penurunan pajak.

“Tim penyidik ​​KPK sudah melakukan tahap dua yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti kepada tim kejaksaan dengan tersangka DR (Dadan Ramdani) karena berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh tim kejaksaan,” kata Pj Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (15/15). 9/2021).

Read More

Dengan pendelegasian ini, penahanan Dadan akan menjadi kewenangan tim kejaksaan di KPK. Dadan masih akan ditahan selama 20 hari hingga 3 Oktober 2021.

“Ditahan di Rutan KPK Lot C1,” kata Ali.

Tim kejaksaan memiliki waktu 14 hari kerja untuk menyiapkan dakwaan terhadap Dadan. Surat dakwaan tersebut nantinya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Sidang akan digelar di Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” kata Ali.

Tetapkan 6 Tersangka

Sebelumnya, KPK telah menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait pemeriksaan pajak 2016 dan 2017 di Direktorat Jenderal Pajak.

KPK melakukan penyidikan dan meningkatkan status kasus pengurangan pajak ini menjadi penyidikan pada Februari 2021. Pengumuman tersangka sendiri dilakukan pada Selasa, 4 Mei 2021.

Keenam tersangka tersebut adalah Angin Prayitno Aji (APA) selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Periode 2016-2019, Dadan Ramdani (DR) selaku Kasubdit Kerjasama dan Pendukung Pemeriksaan Ditjen Pajak.

Kemudian Ryan Ahmad Ronas (RAR) dan Aulia Imran Maghribi (AIM) sebagai konsultan pajak di PT Gunung Madu Plantations, dan Veronika Lindawati (VL) sebagai konsultan pajak untuk PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin, dan terakhir Agus Susetyo (AS) sebagai konsultan pajak terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama.

Angin dan Dadan diduga menerima suap Rp 15 miliar dari PT Gunung Madu Plantations, kemudian SGD 500 ribu dari Bank Panin dari commitment fee Rp 25 miliar, dan SGD 3 juta dari PT Jhonlin Baratama.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250